<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Caliphate</title>
	<atom:link href="http://antekelektro.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://antekelektro.wordpress.com</link>
	<description>Tiada kata ... REVOLUSI</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Jan 2012 02:15:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='antekelektro.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Caliphate</title>
		<link>http://antekelektro.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://antekelektro.wordpress.com/osd.xml" title="Caliphate" />
	<atom:link rel='hub' href='http://antekelektro.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Facebook Lite saingan Twitter ?</title>
		<link>http://antekelektro.wordpress.com/2009/12/02/facebook-lite-saingan-twitter/</link>
		<comments>http://antekelektro.wordpress.com/2009/12/02/facebook-lite-saingan-twitter/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 01:11:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antek</dc:creator>
				<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[jejaring sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antekelektro.wordpress.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Facebook Lite yang dikembangkan oleh pihak Facebook, dibuat bagi penggunanya agar pemakaian jejaring sosial ini bisa diakses dengan cepat dan ringan, terutama untuk koneksi di Indonesia yang diketahui mempunyai kecepatan akses Internet yang super lelet alias lambat . Hanya saja &#8230; <a href="http://antekelektro.wordpress.com/2009/12/02/facebook-lite-saingan-twitter/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antekelektro.wordpress.com&amp;blog=323435&amp;post=29&amp;subd=antekelektro&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="facebooklite" href="http://lite.facebook.com" target="_blank">Facebook Lite</a> yang dikembangkan oleh pihak <a title="facebook" href="http://www.facebook.com" target="_blank">Facebook</a>, dibuat bagi penggunanya agar pemakaian jejaring sosial ini bisa diakses dengan cepat dan ringan, terutama untuk koneksi di Indonesia yang diketahui mempunyai kecepatan akses Internet yang super lelet alias lambat <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' />  . Hanya saja fasilitas ini belum bisa dicoba di negara kita, test pertama kali dilakukan di India, kenapa mesti India ya? kenapa tidak di USA? yah..mungkin kecepatan akses internet di India sama leletnya dengan di Indonesia. <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<blockquote><p><em>We are building a faster, simpler version of Facebook that we call Facebook Lite. It’s not finished yet and we have plenty of kinks to work out, but we would love to get your feedback on what we have built so far.</em></p></blockquote>
<p>Facebook Lite masih dalam taraf percobaan, dengan kehadiran Facebook Lite ini setidaknya lebih memudahkan penggunanya untuk mengakses akun Facebooknya dengan lebih cepat dibanding sebelumnya. Jika nanti Facebook Lite bisa di akses di Indonesia, kamu bisa menuju ke alamat di sini. Jangan heran jika Facebook Lite ini agak mirip <a title="Friend Feed" href="http://friendfeed.com" target="_blank">FriendFeed</a> dan<a title="twitter" href="http://www.twitter.com" target="_blank">Twitter</a> dengan comment enable. Kenapa mirip FriendFeed? karena FriendFeed baru saja dibeli oleh Facebook dengan harga 50 juta US dollar! Wow… satu lagi langkah besar yang diambilFacebook untuk menyaingi Twitter. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Bagi kita yang penasaran dan sudah mencoba membuka halaman <a title="facebooklite" href="http://lite.facebook.com" target="_blank">lite.facebook.com</a>, kita akan sedikit terkejut karena kita akan kembali ke menu beranda.. Ini dikarenakan kasus ini merupakan sebuah bug dari pengembang Facebook. Dalam sebuah pernyataan resmi, tak berapa lama setelah bug ini berhasil diatasi, Facebook mengakui bahwa mereka memang sedang melakukan uji coba terhadap platform Facebook Lite. Wujudnya akan mirip dengan <a title="facebook mobile" href="http://m.facebook.com" target="_blank">Facebook Mobile</a>. Dengan antarmuka sederhana tanpa banyak fitur, hanya ada opsi memperbaharui dan mengomentari status, menambah atau menyetujui permintaan Teman, menulis di Dinding, serta organisasi foto dan video. Sepertinya pihak pengembang sengaja menyediakan platform Lite bagi pengguna-pengguna yang enggan dibebani lamanya waktu loading akibat padatnya aplikasi.</p>
<p>Sebetulnya target pengujian Facebook Lite versi Beta ini adalah para pengguna baru yang umumnya ingin memulai pengalaman ber-Facebook-nya dengan mudah dan simpel. Sayangnya, terjadi kebocoran yang tak disengaja, sehingga undangan pun menyebar luas ke ribuan orang secara acak. Segera seusai menyadari kekeliruan tersebut, pihak Facebook menutup akses ke laman Lite.</p>
<p>Namun komentar penguji serta screenshot dari tampilan Facebook Lite kini sudah menyebar di beberapa situs. Sreeyesh Vijayan, misalnya, ialah salah satu yang beruntung memperoleh kesempatan menjadi penguji versi Beta. Beberapa hari lalu dalam postingnya di Twitter, ia berpendapat Facebook Lite tampak seperti versi sederhana Twitter, dengan tambahan fasilitas komentar. Bisa dibilang mirip juga dengan antarmuka <a title="Friend Feed" href="http://friendfeed.com" target="_blank">FriendFeed</a> &#8212; situs yang baru-baru ini diakuisisi Facebook.</p>
<p>Akhir-akhir ini, Facebook memang sedang gencar bersaing melawan popularitas Twitter. Tak heran jika Facebook mencoba menawarkan platform baru yang mirip situs microblogging, tapi dengan sedikit tambahan fitur. Belum lama ini pula, Facebook pun meluncurkan sistem kotak pencarian baru yang punya fungsi mirip dengan kotak pencari Twitter.</p>
<p>Hmm, setelah &#8220;perang&#8221; Microsoft vs Google di level vendor perangkat lunak, sepertinya tak lama lagi duel level situs jejaring sosial dapat kita saksikan. Seru!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/antekelektro.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/antekelektro.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/antekelektro.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/antekelektro.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/antekelektro.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/antekelektro.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/antekelektro.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/antekelektro.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/antekelektro.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/antekelektro.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/antekelektro.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/antekelektro.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/antekelektro.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/antekelektro.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antekelektro.wordpress.com&amp;blog=323435&amp;post=29&amp;subd=antekelektro&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antekelektro.wordpress.com/2009/12/02/facebook-lite-saingan-twitter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<georss:point>-5.133699 119.412417</georss:point>
		<geo:lat>-5.133699</geo:lat>
		<geo:long>119.412417</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5b2c5dc7f4d6a677dc515af1e3c5c1a1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">antek</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Google Wave Akankah Menjadi Saingan Facebook dan Twitter</title>
		<link>http://antekelektro.wordpress.com/2009/12/02/google-wave-akankah-menjadi-saingan-facebook-dan-twitter/</link>
		<comments>http://antekelektro.wordpress.com/2009/12/02/google-wave-akankah-menjadi-saingan-facebook-dan-twitter/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 00:09:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antek</dc:creator>
				<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Google Wave]]></category>
		<category><![CDATA[jejaring sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antekelektro.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Apakah ada yang sudah lihat google wave di http://wave.google.com Saya baru selesai nonton dia punya looooong video. penjelasan tentang google wave sepanjang 1 jam 20 menit. pfff&#8230;. capek. Sebelumnya aku pesimis wave bisa jadi &#8220;swiss-knive&#8221; pengganti email, instant messaging, blog, &#8230; <a href="http://antekelektro.wordpress.com/2009/12/02/google-wave-akankah-menjadi-saingan-facebook-dan-twitter/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antekelektro.wordpress.com&amp;blog=323435&amp;post=25&amp;subd=antekelektro&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah ada yang sudah lihat google wave di <a title="google wave" href="http://wave.google.com" target="_blank">http://wave.google.com</a></p>
<p>Saya baru selesai nonton dia punya looooong video.<br />
penjelasan tentang google wave sepanjang 1 jam 20 menit. pfff&#8230;. capek.</p>
<p>Sebelumnya aku pesimis wave bisa jadi &#8220;swiss-knive&#8221; pengganti email, instant messaging, blog, dll karena pengalaman selama ini, semua bikin barang baru, tapi jalan masing masing. kemaren jamannya irc, semua bikin account di dalnet. jaman irc ilang, orang rame rame bikin account friendster lalu plurk sekarang jamannya fesbuk twitter sedang membayangi.</p>
<p>Semua jalan masing masing, dan account masing masing.</p>
<p>Tidak seperti email, walau kita cuman punya satu account, misalnya cbn, kita bisa berkomunikasi dengan mudah dengan pengguna email lainnya, yang pakai indosat, gmail, yahoo, dll.</p>
<p>Kita tidak perlu punya account yahoo untuk kirim mail ke pengguna yahoo tidak perlu punya account gmail untuk kirim mail ke pengguna gmail.</p>
<p>Sialnya, produk jaman sekarang walau bernama &#8220;collaboration tools&#8221;, ternyata tidak berkolaborasi. twitter ya twitter. mau berkomunikasi dengan sesama twitter, ya mesti bikin account twitter. account facebook tidak bisa dipakai di twitter. begitupun hi5, plurk, dll. Semua jalan masing masing. Saling bersaing untuk mengalahkan.</p>
<p>Tapi ternyata wave berbeda. ini adalah opensystem. semua orang bisa menggunakannya platformnya terbuka.<br />
protokolnya dibuka dan dikembangkan bersama di <a href="http://www.waveprotocol.org/" target="_blank">http://www.waveprotocol.org/</a></p>
<p>Jadi, nantinya seperti email. orang tidak perlu account google wave untuk menggunakan wave. bisa saja microsoft, indosat, firstmedia atau siapa saja bikin server wave, dan akan bisa saling berkomunikasi dengan semua pengguna wave lainnya.</p>
<p>so, ini bukan produk baru, yang bikin kita mesti punya semakin banyak account tapi justru membuat kita cukup mempunyai satu account (dan nantinya tidak harus di google), untuk segala rupa, mulai dari mail, instant messenger, blogging, microblogging, social network, instant messenger dll.</p>
<p>Kesimpulan: layak coba</p>
<p>Saya sendiri berhasil mendapat undangan dari hasil kumpul-kumpul di milis java indonesia. soalnya lama banget tunggu hasil request di situs google wave sendiri.<br />
Ada yang mau coba? Akankah menjadi saingan serius facebook dan twitter ? kita tunggu aja keseriusan om google.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/antekelektro.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/antekelektro.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/antekelektro.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/antekelektro.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/antekelektro.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/antekelektro.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/antekelektro.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/antekelektro.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/antekelektro.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/antekelektro.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/antekelektro.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/antekelektro.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/antekelektro.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/antekelektro.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antekelektro.wordpress.com&amp;blog=323435&amp;post=25&amp;subd=antekelektro&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antekelektro.wordpress.com/2009/12/02/google-wave-akankah-menjadi-saingan-facebook-dan-twitter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<georss:point>-5.133699 119.412417</georss:point>
		<geo:lat>-5.133699</geo:lat>
		<geo:long>119.412417</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5b2c5dc7f4d6a677dc515af1e3c5c1a1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">antek</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sasahidan Syekh Siti Jenar…</title>
		<link>http://antekelektro.wordpress.com/2006/08/15/sasahidan-syekh-siti-jenar%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://antekelektro.wordpress.com/2006/08/15/sasahidan-syekh-siti-jenar%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Aug 2006 11:47:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antek</dc:creator>
				<category><![CDATA[Redaksi]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Sasahidan]]></category>
		<category><![CDATA[Syekh Siti Jenar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://antekelektro.wordpress.com/2006/08/15/sasahidan-syekh-siti-jenar%e2%80%a6/</guid>
		<description><![CDATA[“Insun anakseni ing Datingsun dhewe, satuhune ora ana Pangeran amung Ingsun, lan nakseni Ingsun satuhune Muhammad iku utusan Ingsun, iya sajatine kang aran Allah iku badan Ingsun, Rasul iku rahsaning-Sun, Muhammad iku cahyaning-Sun, iya Ingsun kang eling tan kena ing &#8230; <a href="http://antekelektro.wordpress.com/2006/08/15/sasahidan-syekh-siti-jenar%e2%80%a6/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antekelektro.wordpress.com&amp;blog=323435&amp;post=11&amp;subd=antekelektro&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font color="Red">“Insun anakseni ing Datingsun dhewe, satuhune ora ana Pangeran amung Ingsun, lan nakseni Ingsun satuhune Muhammad iku utusan Ingsun, iya sajatine kang aran Allah iku badan Ingsun, Rasul iku rahsaning-Sun, Muhammad iku cahyaning-Sun, iya Ingsun kang eling tan kena ing lali, iya Ingsun kan langgeng ora kena owah gingsir ing kahanan jati, iya Ingsun kang waskitha ora kasamaran ing sawiji-wiji, iya Ingsun kang amurba amisesa, kang kawasa wicaksana ora kukurangan ing pangerti, byar.. sampurna padhang terawang-an, ora karasa apa-apa, ora ana keton apa-apa, mung Insun kang nglimputi ing ngalam kabeh, kalawan kodrating-Sun.”</font></p>
<p>Artinya :</p>
<p>“Aku angkat saksi di hadapan Dzat-Ku sendiri, sesungguhnya tidak ada Tuhan kecuali Aku, dan Aku angkat saksi sesungguhnya Muhammad itu utusan-Ku, sesungguhnya yg disebut Allah Ingsun diri sendiri (badan-Ku), Rasul itu Rahsa-Ku, Muhammad itu cahaya-Ku, Akulah Dzat yg hidup tidak akan terkena mati, Akulah Dzat yang selalu ingat tidak pernah lupa, Akulah Dzat yg kekal tidak ada perubahan dalam segala keadaan, (bagi-Ku) tidak ada yg samar sesuatupun, Akulah Dzat yang Maha Menguasai, yang Kuasa dan Bijaksana, tidak kekurangan dalam pengertian, sempurna terang benerang, tidak terasa apa-apa, tidak kelihatan apa-apa, hanya Aku yg meliputi sekalian alam dengan kodrat-Ku.”</p>
<p>Apakah ini sesat atau ajaran yg berma’rifat kepada Tuhan atau hanya dongeng yg menghibur kita… semua terserah karena yg penting…<br />
Kita jadi sedikit tau untuk wacana…<br />
Kita jadi sedikit tau untuk bercermin entah itu cermin yg bagus atau buruk<br />
Kita jadi sedikit tau bahwa Baju itu layak dipakai atau tidak….dipakai lama atau sementara dan setelah itu dibuang….terserah..</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/antekelektro.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/antekelektro.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/antekelektro.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/antekelektro.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/antekelektro.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/antekelektro.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/antekelektro.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/antekelektro.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/antekelektro.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/antekelektro.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/antekelektro.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/antekelektro.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/antekelektro.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/antekelektro.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/antekelektro.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/antekelektro.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antekelektro.wordpress.com&amp;blog=323435&amp;post=11&amp;subd=antekelektro&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antekelektro.wordpress.com/2006/08/15/sasahidan-syekh-siti-jenar%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5b2c5dc7f4d6a677dc515af1e3c5c1a1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">antek</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Earth Simulator, Komputer Tercepat Dunia</title>
		<link>http://antekelektro.wordpress.com/2006/08/09/the-earth-simulator-komputer-tercepat-dunia/</link>
		<comments>http://antekelektro.wordpress.com/2006/08/09/the-earth-simulator-komputer-tercepat-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Aug 2006 18:03:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antek</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komputer]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://antekelektro.wordpress.com/2006/08/09/the-earth-simulator-komputer-tercepat-dunia/</guid>
		<description><![CDATA[Super komputer Jepang yang meneliti cuaca dan aspek alam lain berhasil mempertahankan rankingnya sebagai komputer tercepat dunia, menurut penelitian yang dirilis hari Jum’at seperti dilansir CNN, Sabtu (16/11/02), Komputer yang dikenal dengan nama The Earth Simulator berada di Yokohama, Jepang &#8230; <a href="http://antekelektro.wordpress.com/2006/08/09/the-earth-simulator-komputer-tercepat-dunia/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antekelektro.wordpress.com&amp;blog=323435&amp;post=10&amp;subd=antekelektro&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.vision.net.id/images/news/1282-1.gif" height="89" width="120" /></p>
<p>Super komputer Jepang yang meneliti cuaca dan aspek alam lain berhasil mempertahankan rankingnya sebagai komputer tercepat dunia, menurut penelitian yang dirilis hari Jum’at seperti dilansir <i>CNN</i>, Sabtu (16/11/02),</p>
<p>Komputer yang dikenal dengan nama T<i>he Earth Simulator</i> berada di Yokohama, Jepang mampu menampilkan kalkulasi sebanyak 35,85 trilyun per detik, lebih besar empat setengah kali dibanding komputer tercepat masa depan.</p>
<p><i>Earth Simulator</i> dikembangkan oleh NEC dan dioperasian oleh pemerintah Jepang, pertama kali muncul dalam daftar komputer tercepat dunia bulan Juni. Ini pertama kali super komputer muncul di luar Amerika sebagai komputer tercepat dunia.</p>
<p>Dua komputer baru, masing-masing dengan nama <i>ASCI Q</i> tampil perdana diperingkat No.2 dan No.3. Komputer ini masing-masing dapat mengoperasikan 7,73 trilyun kalkulasi per detik yang dikembangkan oleh Hewlett-Packard Co. untuk Los Alamos National Laboratory di New Mexico.</p>
<p>Semntara itu suatu sistem yang dikembangkan oleh Linux NetworX and Quadrics untuk Lawrence Livemore National Laboratory berada diposisi 5. Sistem yang dikembangkan High Performance Technologies Inc. untuk the National Oceanic and Atmospheric and Admistration’s Forecast System Laboratory diperingkat 8.</p>
<p>Hewlett-Packard memimpin dengan 137 sistem disusul International Business Machines Corp. dengan 131 sistem dan peringkat 3 diduduki Sun Microsystem Inc yang mengembangkan 88 dari 500 sistem.</p>
<p>Daftar Top 500 komputer tercepat dunia dirilis dua kali setahun sejak 1993, dihimpun oleh para peneliti dari Universitas Mannheim, Jerman, Departemen Energi dari Pusat Komputer Penelitian Ilmiah Energi National di Berkeley dan Universitas Tennessee. (<i>ya2n</i>)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/antekelektro.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/antekelektro.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/antekelektro.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/antekelektro.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/antekelektro.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/antekelektro.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/antekelektro.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/antekelektro.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/antekelektro.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/antekelektro.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/antekelektro.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/antekelektro.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/antekelektro.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/antekelektro.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/antekelektro.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/antekelektro.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antekelektro.wordpress.com&amp;blog=323435&amp;post=10&amp;subd=antekelektro&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antekelektro.wordpress.com/2006/08/09/the-earth-simulator-komputer-tercepat-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5b2c5dc7f4d6a677dc515af1e3c5c1a1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">antek</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.vision.net.id/images/news/1282-1.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>The Indigenous Psychology</title>
		<link>http://antekelektro.wordpress.com/2006/08/09/the-indigenous-psychology/</link>
		<comments>http://antekelektro.wordpress.com/2006/08/09/the-indigenous-psychology/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Aug 2006 16:27:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antek</dc:creator>
				<category><![CDATA[misc.]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://antekelektro.wordpress.com/2006/08/09/the-indigenous-psychology/</guid>
		<description><![CDATA[Psikologi adalah ilmu yang berusaha menguraikan, meramalkan dan mengendalikan peristiwa mental dan tingkah laku manusia, &#8220;Psychology is the science that attempts to describe, predict, and control mental and behavioral events.&#8221;9 Tingkahlaku dan senyuman adalah ekpressi jiwa. Untuk memahami makna senyum &#8230; <a href="http://antekelektro.wordpress.com/2006/08/09/the-indigenous-psychology/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antekelektro.wordpress.com&amp;blog=323435&amp;post=9&amp;subd=antekelektro&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Psikologi adalah ilmu yang berusaha menguraikan, meramalkan dan mengendalikan peristiwa mental dan tingkah laku manusia, &#8220;Psychology is the science that attempts to describe, predict, and control mental and behavioral events.&#8221;9 Tingkahlaku dan senyuman adalah ekpressi jiwa. Untuk memahami makna senyum dan aksi orang seperti Amrozi yang tersenyum ketika dijatuhi hukuman mati misalnya dibutuhkan Psikologi. Selama ini Psikologi difahami sebagai Western Psychology yang mengasumsikan perilaku dan tingkahlaku manusia sebagai sesuatu yang universal, tetapi yang sesungguhnya Psychology Barat hanya benar untuk menganalisis manusia Barat, karena sesuai dengan kultur sekuler yang melatarbelakangi lahirnya ilmu tersebut. Di belahan dunia lain, perilaku manusia dipengaruhi oleh sistem nilai yang berbeda dengan sistem nilai masyarakat Barat. Apa yang diklaim sebagai human universals, haruslah diuji sahih dengan multiple indigenous psychology.</p>
<p>Indigenous psychology dapat didefinisikan sebagai pandangan psikologi yang asli pribumi, yang tidak trasported dari wilayah lain, dan memang didesain khusus untuk masyarakat itu. Dengan kata lain indigenous psychology adalah pemahaman yang berdasar pada fakta-fakta atau keterangan yang dihubungkan dengan konteks kebudayaan setempat.</p>
<p>Memahami senyum Amrozi misalnya tidaklah cukup hanya dengan membandingkan senyuman orang Barat. Ia harus dicari akarnya pada cultur Jawa Timur, cultur santri, cultur pekerja wiraswasta dan cultur pejuang bersenjata (mujahid, muqatil), karena dia bukan hanya sekedar orang Lamongan, tetapi ia dan teman-temannya (Imam Samudera cs) pernah terlibat dalam perang (fisik dan mental) melawan penjajah Uni Sovyet di Afganistan, sebagai pejuang anti penjajah komunis kafir (mujahid) dan petempur di lapangan (muqatil), dan uniknya, dilatih oleh instruktur CIA (Amerika).</p>
<p>Islamic Indigenous Psychology<br />
Jiwa bukan hanya dibahas oleh Psikologi dan filsafat, tetapi juga oleh agama. Al Qur&#8217;an (dan hadis) lebih dari 300 kali berbicara tentang jiwa (nafs), tetapi perbedaan sejarah keilmuan Islam menyebabkan ilmu semacam psychologi tidak lahir dari peradaban Islam. Di Barat pertumbuhan ilmu pengetahuan terpisah sama sekali -bahkan bermusuhan- dengan Gereja, oleh karena itu psychology (dan ilmu lainya) sama sekali tidak dibimbing oleh agama (Gereja), dan oleh karena itu Psychology tidak menyentuh iman, dosa dan keyakinan kepada akhirat, mengenal sehat dan tidak sehat tetapi tidak mengenal baik  buruk. Psikologi Agama pun sebagai ilmu Barat tidak berbicara tentang kebenaran agama tetapi tentang bagaimana pengalaman beragama mempengaruhi tingkah laku penganutnya.</p>
<p>Dalam sejarah keilmuan Islam, al Qur&#8217;an sangat mendorong penganutnya untuk menggunakan akalnya. Perjalanan ilmu pengetahuan bukan saja diilhami oleh kitab suci, tetapi juga dikawal oleh para ulama. Kajian tentang jiwa tidak dibahas sebagai tingkah laku, tetapi dibahas dalam konteks hubungan manusia dengan Tuhan, oleh karena itu ilmu yang lahir bukan psikologi, tetapi ilmu akhlak dan tasauf. Ilmu akhlak berbicara bagaimana memperbaiki perilaku manusia, sedangkan tasauf berbicara tentang bagaimana manusia bisa merasa dekat (mendekatkan jiwa) dengan Tuhan. Islamic Psychology adalah satu kajian yang bernuansa psikosufistik, bersumber dari al Qur&#8217;an sebagai sumber utama, dengan assumsi bahwa al Qur&#8217;an adalah brosur tentang jiwa yang dikeluarkan oleh Sang<br />
Pencipta. Disamping al Qur&#8217;an juga dari hadis dan tradisi keilmuan Islam, ditambah penelitian empirik. Psikologi Barat digunakan sebagai alat bantu untuk memahami ayat al Qur`an dan konsep-konsep psikologi, karena ternyata jejak-jejak pemikiran Ibn Sina tentang pengobatan jiwa, Ibn Sirin tentang tafsir mimpi, Imam Gazali, al Muhasibi tentang kajian pribadi ternyata sudah diserap dalam Psikologi Barat.</p>
<p>Jika Psikologi modern dibatasi hanya untuk menguraikan, meramalkan dan mengendalikan peristiwa mental dan tingkah laku manusia, &#8220;Psychology is the science that attempts to describe, predict, and control mental and behavioral events, Psikologi Islam menambahkan tugasnya; juga untuk bagaimana membentuk tingkah laku yang baik serta mendorong manusia agar merasa dekat dengan Tuhan. Teori Sepeda Motor Harus diakui bahwa Psychology sebagai ilmu pengetahuan sudah sangat maju, kaya dengan methodology dan kaya dengan hasil penelitian empiric, sementara Psikologi Islam masih sangat miskin dengan penelitian empiric. Ibarat sepeda motor, Barat langsung menaiki sepeda motor itu ke berbagai medan jalanan tanpa melihat brosur dari pabriknya. Dari pengalaman lapangan yang banyak itu Barat sudah memiliki banyak pengetahuan tentang karakteristik sepeda motor itu. Tetapi karena tidak membaca brosur dari pabrik, maka Psikologi barat sering mengalami trial and error. Lihat saja bagaimana perkembangan lahirnya teori Psikoanalisa, behaviourisme, Kognitip hingga Humanisme.. Sekarang Barat baru saja meraba-raba wilayah kecerdasan spiritual yang sesungguhnya lebih merupakan wilayah agama. Pada saatnya nanti pasti akan ketemu, bahasan kecerdasan spiritual Psikologi dan kecerdasan ruhaniyah tasauf (agama).</p>
<p>Sedangkan Psikologi Islam, ketika melihat sepeda motor, yang pertama kali dilakukan adalah membaca brosurnya dari pabrik. Al Qur&#8217;an adalah brosur tentang manusia (dan jiwanya) yang disusun oleh sang Pencipta. Sekarang Psikologi Islam baru menguasai karakteristik sepeda motor itu dari bahan-bahan yang ada di brosur, belum banyak pengalaman empiric di lapangan. Pada saatnya nanti, ketika Psikologi Islam juga sudah kaya dengan pengalaman empiric, Psikologi Islam akan bisa menjadi mazhab ke lima setelah Psikologi Humanisme The concept of Islamic Psychology Sebutan insan dalam al Qur&#8217;an bermakna manusia sebagai makhluk psikologis, insan berasal dari kata nasiya yansa yang artinya lupa, dari `uns yang artinya harmoni dan mesra, dan dari kata nasa yanusu yang artinya bergejolak. Jadi psikologi manusia berada diantara wilayah kesadaran hingga lupa, dari wilayah mesra hingga benci, dan dari wilayah bergejolak hingga tenang. Menurut al Qur&#8217;an desain kejiwaan manusia diciptakan Tuhan dengan sangat sempurna, berisi kapasitas-kapasitas kejiwaan; berfikir, merasa dan berkehendak. Jiwa merupakan sistem (disebut sistem nafsani), terdiri dari subsistem `Aql, Qalb, Bashirah, Syahwat dan Hawa.</p>
<p>1. `Aql (akal) merupakan problem solving capacity, yang kerjanya berfikir dan bisa membedakan yang buruk dari yang baik. Akal bisa menemukan kebenaran tetapi tidak bisa menentukannya, oleh karena itu kebenaran `aqly sifatnya relatif.</p>
<p>2. Qalb (hati), merupakan perdana menteri dari sistem nafsani. Dialah yang memimpin kerja jiwa manusia. Ia bisa memahami realita, apa yang aqal mengalami kesulitan. Sesuatu yang tidak rationil masih bisa difahami oleh qalb. Di dalam qalb ada berbagai kekuatan dan<br />
penyakit; seperti iman, cinta dengki, keberanian, kemarahan, kesombongan, kedamaian, kekufuran dan sebagainya. Qalb memiliki otoritas memutuskan sesuatu tindakan, oleh karena itu segala sesuatu yang disadari oleh qalb berimplikasi kepada pahala dan dosa. Apa yang sudah dilupakan oleh qalb masuk kedalam memory nafs (alam bawah sadar), dan apa yang sudah dilupakan terkadang muncul dalam mimpi. Sesuai dengan namanya qalb, ia sering tidak konsisten.</p>
<p>3. Bashirah (hati nurani), adalah pandangan mata batin sebagai lawan dari pandangan mata kepala. Berbeda dengan qalb yang tidak konsisten, bashirah selalu konsisten kepada kebenaran dan kejujuran. Ia tidak bisa diajak kompromi untuk menyimpang dari kebenaran. &#8220;,1] );  //&#8211;&gt; Bashirah disebut juga sebagai nuraniy, dari kata nur, dalam bahasa Indonesia menjadi hati nurani. Menurut tasauf, bashirah adalah cahaya ketuhanan yang ada dalam hati, nurun yaqdzifuhullah fi al qalb. Introspeksi, tangis kesadaran, relegiusitas, god spot, bersumber dari sini.</p>
<p>4. Syahwat adalah motif kepada tingkahlaku. Semua manusia memiliki syahwat terhadap lawan jenis (seksual), bangga terhadap anak-anak, menyukai benda (dan segala sesuatu yang) berharga, kendaraan bagus (gengsi dan kenyamanan), ternak dan kebun. Syahwat adalah sesuatu yang manusiawi dan netral. Menunaikan syahwat secara benar dan halal bernilai ibadah. Memanjakan syahwat berpotensi pada dosa dan kejahatan.</p>
<p>5. Hawa (hawa nafsu) adalah dorongan kepada obyek yang rendah dan tercela. Perilaku kejahatan, marah, frustrasi, sombong, perbuatan tidak bertanggung jawab, korupsi, sewenang-wenang dan sebagainya bersumber dari hawa. Karakteristik hawa adalah ingin segera menikmati apa yang diinginkan tanpa mempedulikan nilai-nilai moralitas. Orang yang mematuhi tuntutan hawa, tindakannya cenderung destruktif. Dalam bahasa Indonesia disebut hawa nafsu, atau menurut teori Freud disebut id.</p>
<p>Materi psikologi Islam tersebar di literatur klassik abad pertengahan, dibutuhkan kerja keras mengolah bahan yang baru bernuansa psikologi menjadi psikologi Islam. Jika sekarang masih ada orang yang menganggap Psikologi Islam itu tidak ada, itu karena orang itu belum tahu, persis seperti ketika bank Islam (bank tanpa bunga) diperkenalkan di Indonesia, masyarakat perbankan memustahilkan adanya bank tanpa bunga. Seekarang semua bank konvensional membuka bank Islam ( di Indonesia disebut bank syari`ah), yang pertama buka bernama bank mu`amalah, terutama setelah terbukti system bank syari&#8217;ah paling kuat ketahanannya menghadapi krisis moneter.</p>
<p>Wassalam,<br />
agussyafii<br />
<a href="http://mubarok-institute.blogspot.com/" target="_blank">http://mubarok-institute.blogspot.com</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/antekelektro.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/antekelektro.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/antekelektro.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/antekelektro.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/antekelektro.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/antekelektro.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/antekelektro.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/antekelektro.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/antekelektro.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/antekelektro.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/antekelektro.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/antekelektro.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/antekelektro.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/antekelektro.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/antekelektro.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/antekelektro.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antekelektro.wordpress.com&amp;blog=323435&amp;post=9&amp;subd=antekelektro&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antekelektro.wordpress.com/2006/08/09/the-indigenous-psychology/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5b2c5dc7f4d6a677dc515af1e3c5c1a1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">antek</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cara Menyucikan Hati</title>
		<link>http://antekelektro.wordpress.com/2006/08/09/cara-menyucikan-hati/</link>
		<comments>http://antekelektro.wordpress.com/2006/08/09/cara-menyucikan-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Aug 2006 16:11:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antek</dc:creator>
				<category><![CDATA[misc.]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://antekelektro.wordpress.com/2006/08/09/cara-menyucikan-hati/</guid>
		<description><![CDATA[Hati itu bagaikan kaca mata. Kalau kita menggunakan kaca mata yang bening, apa yang kita lihat akan tampak apa adanya. Yang putih akan jelas putihnya, yang coklat muda akan jelas warna aslinya. Namun kalau kita menggunakan kaca mata hitam, apa &#8230; <a href="http://antekelektro.wordpress.com/2006/08/09/cara-menyucikan-hati/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antekelektro.wordpress.com&amp;blog=323435&amp;post=8&amp;subd=antekelektro&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hati itu bagaikan kaca mata. Kalau kita menggunakan kaca mata yang bening, apa yang kita lihat akan tampak apa adanya. Yang putih akan jelas putihnya, yang coklat muda akan jelas warna aslinya. Namun kalau kita menggunakan kaca mata hitam, apa yang kita lihat tidak akan sesuai aslinya. Yang putih akan kelihatan abu muda dan warna coklat muda akan menjadi coklat tua. Demikian juga hati, kalau hati jernih, kita akan melihat realita itu apa adanya, sementara kalau hati kita kotor atau hitam, kita akan melihat realita itu tidak seperti sebenarnya.</p>
<p>Oleh karena itu, mulia tidaknya seseorang tidak dilihat dari tampilan lahiriahnya tapi dari performa batiniah atau hatinya. &#8220;Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta-hata kamu tapi melihat hati dan perbuatanmu.&#8221; (H.R. Muslim).</p>
<p>Al Qurtubi berkata, &#8220;Ini sebuah hadits agung yang mengandung pengertian tidak diperbolehkankannya bersikap terburu-buru dalam menilai baik atau buruknya seseorang hanya karena melihat gambaran lahiriah dari perbuatan taat atau perbuatan menyimpangnya. Ada kemungkinan di balik pekerjaan saleh yang lahiriah itu, ternyata di hatinya tersimpan sifat atau niat buruk yang menyebabkan perbuatannya tidak sah dan dimurkai Allah swt. Sebaliknya, ada kemungkinan pula seseorang yang terlihat teledor dalam perbuatannya atau bahkan berbuat maksiat, ternyata di hatinya terdapat sifat terpuji yang karenanya Allah swt. memaafkannya.</p>
<p>Sesungguhnya perbuatan-perbuatan lahir itu hanya merupakan tanda-tanda dhanniyyah (yang diperkirakan) bukan qath&#8217;iyyah (bukti-bukti yang pasti). Oleh karena itu tidak diperkenankan berlebih-lebihan dalam menyanjung seseorang yang kita saksikan tekun melaksanakan amal saleh, sebagaimana tidak diperbolehkan pula menistakan seorang muslim yang kita pergoki melakukan perbuatan buruk atau maksiat. Demikian Imam Qurtubi menjelaskan dalam tafsirnya. Rasulullah saw. bersabda dalam riwayat lain,<br />
&#8220;Ali bin Abi Thalib r.a. menceritakan bahwa Rasulullah saw. bersabda: &#8220;Tiada satu hati pun kecuali memiliki awan seperti awan menutupi bulan. Walaupun bulan bercahaya, tetapi karena hatinya ditutup oleh awan, ia menjadi gelap. Ketika awannya menyingkir, ia pun kembali bersinar.&#8221; (H.R.Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Hadits ini memberikan ilustrasi yang sangat indah. Hati manusia itu sesungguhnya bersih atau bersinar, namun suka tertutupi oleh awan kemaksitan hingga sinarnya menjadi tidak tampak. Oleh sebab itu, kita harus berusaha menghilangkan awan yang menutupi cahaya hati kita. Bagaimana caranya?</p>
<p>1. Introspeksi diri<br />
Introspeksi diri dalam bahasa arab disebut Muhasabatun Nafsi, artinya mengidentifikasi apa saja penyakit hati kita. Semua orang akan tahu apa sebenarnya penyakit qalbu (hati) yang dideritanya itu.<br />
&#8220;Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.&#8221; (Q.S.Al-Hasyr 59 : 18)</p>
<p>2. Perbaikan Diri<br />
Perbaikan diri dalam bahasa populer disebut taubat. Ini merupakan tindak lanjut dari introspeksi diri. Ketika melakukan introspeksi diri, kita akan menemukan kekurangan atau kelemahan diri kita. Nah, kekurangan-kekurangan tersebut harus kita perbaiki secara bertahap. Alangkah rugi kalau kita hanya pandai mengidentifikasi kelemahan diri tapi tidak memperbaikinya.<br />
&#8220;Hai orang-orang yang beriman, Bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkah kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai,..&#8221; (Q.S.At-Tahrim 66:8)</p>
<p>3. Tadabbur Al Qur&#8217;an<br />
Tadabbur Al Qur&#8217;an artinya menelaah isi Al-Qur&#8217;an, lalu menghayati dan mengamalkannya. Hati itu bagaikan tanaman yang harus dirawat dan dipupuk. Nah, di antara pupuk hati adalah tadabbur Qur&#8217;an. Allah menyebutkan orang-orang yang tidak mau mentadabburi Qur&#8217;an sebagai orang yang tertutup hatinya. Artinya, kalau hati kita ingin terbuka dan bersinar, maka tadabburi Qur&#8217;an.<br />
&#8220;Mengapa mereka tidak tadabbur (memperhatikan) Al-Qur&#8217;an, ataukah hati mereka terkunci atau tertutup.&#8221; (Q.S.Muhammad 47 : 24)</p>
<p>4. Menjaga Kelangsungan Amal Saleh<br />
Amal saleh adalah setiap ucapan atau perbuatan yang dicintai dan diridoi Allah swt. Apabila kita ingin memiliki hati yang bening, jagalah keberlangsungan amal saleh sekecil apapun amal tersebut. Misalnya, kalau kita suka rawatib, lakukan terus sesibuk apapun, kalau kita biasa pergi ke majelis ta&#8217;lim, kerjakan terus walau pekerjaan kita menumpuk. Rasulullah saw bersabda,<br />
&#8220;.Beramallah semaksimal yang kamu mampu, karena Allah tidak akan bosan sebelum kamu bosan, dan sesungguhnya amal yang paling dicintai Allah adalah amal yang kontinyu (terus-menerus) walaupun sedikit.&#8221; (H.R. Bukhari)</p>
<p>5. Mengisi Waktu dengan Zikir<br />
Zikir artinya ingat atau mengingat. Dzikrullah artinya selalu mengingat Allah. Ditinjau dari segi bentuknya, ada dua macam zikir. Pertama, zikir Lisan, artinya ingat kepada Allah dengan melafadzkan ucapan-ucapan zikir seperti Subhannallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, Laa Ilaaha illallah, dll. Kedua, Zikir Amali, artinya zikir (ingat) kepada Allah dalam bentuk penerapan ajaran-ajaran Allah swt. dalam kehidupan. Misalnya, jujur dalam<br />
bisnis, tekun saat bekerja, dll. Hati akan bening kalau hidup selalu diisi dengan zikir lisan dan amali.<br />
&#8220;Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.&#8221; (Q.S.Al-Ahzab 33 : 41-42)<br />
&#8220;Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.&#8221;<br />
(Al-Baqarah 2 :152)</p>
<p>6. Bergaul dengan Orang-Orang Saleh<br />
Lingkungan akan mempengaruhi perilaku seseorang. Karena itu, kebeningan hati erat juga kaitannya dengan siapakah yang menjadi sahabat-sahabat kita. Kalau kita bersahabat dengan orang yang jujur, amanah, taat pada perintah Allah, tekun bekerja, semangat dalam belajar, dll., diharapkan kita akan terkondisikan dalam atmosfir (suasana) kebaikan. Sebaliknya, kalau kita bergaul dengan orang pendendam, pembohong, pengkhianat, lalai akan ajaran-ajaran Allah, dll., dikhawatirkan kita pun akan terseret arus kemaksiatan tersebut. Kerena itu, Allah swt.. mengingatkan agar kita bergaul dengan orang-orang saleh seperti dikemukakan dalam ayat berikut.<br />
&#8220;Dan bersabarlah dirimu bersama orang-orang yang menyeru Tuhan mereka di waktu pagi dan petang, mereka mengharapkan keridoan-Nya, dan janganlah kamu palingkan kedua matamu dari mereka karena menghendaki perhiasan hidup dunia. Dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya; dan adalah keadaan itu melewati batas.&#8221; (Q.S. Al-Kahfi 18 : 28)</p>
<p>7. Berbagi Kasih dengan Fakir, Miskin, dan Yatim<br />
Berbagi cinta dan ceria dengan saudara-saudara kita yang fakir, miskin, dan yatim merupakan cara yang sangat efektif untuk meraih kebeningan hati, sebab dengan bergaul bersama mereka kita akan merasakan penderitaan orang lain. Rasulullah saw. bersabda,<br />
&#8220;Abu Hurairah r.a. bercerita, bahwa seseorang melaporkan kepada Rasulullah saw. tentang kegersangan hati yang dialaminya. Beliau saw. menegaskan, &#8220;Bila engkau mau melunakkan (menghidupkan) hatimu, beri makanlah orang-orang miskin dan sayangi anak-anak yatim. (H.R. Ahmad).</p>
<p>8. Mengingat Mati<br />
Modal utama manusia adalah umur. Umur merupakan bahan bakar untuk mengarungi kehidupan. Kebeningan hati berkaitan erat dengan kesadaran bahwa suatu saat bahan bakar kehidupan kita akan manipis dan akhirnya habis. Kesadaran ini akan menjadi pemacu untuk selalu membersihkan hati dari awan kemaksiatan yang menghalangi cahaya hati. Rasulullah saw. menganjurkan agar sering berziarah supaya hati kita lembut dan bening.<br />
&#8220;Anas r.a. mengatakan bahwa Rasulullah saw. bersabda: &#8220;Dulu, aku pernah melarang kalian berziarah ke kuburan. Namun sekarang, berziarahlah, karena ia dapat melembutkan hati, mencucurkan air mata, dan mengingatkan akan hari akhirat.&#8221; (H.R.Hakim)</p>
<p>9. Menghadiri Majelis Ilmu<br />
Hati itu bagaikan tanaman, ia harus dirawat dan dipupuk. Di antara pupuk hati adalah ilmu. Karena itu, menghadiri majelis ilmu akan menjadi media pensucian hati. Rasulullah saw. menyebutkan bahwa Allah swt. akan menurunkan rahmat, ketenangan dan barakah pada orang-orang yang mau menghadiri majelis ilmu dengan ikhlas. &#8220;Tidak ada kaum yang duduk untuk mengingat Allah, kecuali malakikat akan menghampirinya, meliputinya dengan rahmat dan diturunkan ketenangan kepada mereka, dan Allah akan menyebutnya pada kumpulan (malaikat) yang ada di sisi-Nya.&#8221;(H.R. Muslim)</p>
<p>10. Berdo&#8217;a kepada Allah swt.<br />
Allah swt. Maha Berkuasa untuk membolak balikan hati seseorang. Karena itu sangat logis kalau kita diperintahkan untuk meminta kepada-Nya dijauhkan dari hati yang busuk dan diberi hati yang hidup dan bening. Menurut Ummu salamah r.a,. do&#8217;a yang sering dibaca Rasulullah saat meminta kebeningan hati adalah: Ya Muqallibal quluub, tsabbit qalbii &#8216;alaa diinika (Wahai yang membolak-balikkan qalbu, tetapkanlah hatiku berpegang pada agama-Mu). Perhatikan riwayat berikut,.<br />
&#8220;Syahr bin Hausyab r.a. mengatakan bahwa ia pernah bertanya kepada Ummu Salamah, &#8220;Wahai ibu orang-orang yang beriman, do&#8217;a apa yang selalu diucapkan Rasulullah saw. saat berada di sampingmu?&#8221; Ia menjawab: &#8220;Do&#8217;a yang banyak diucapkannya ialah, &#8216;Ya Muqallibal quluub, tsabbit qalbii &#8216;alaa diinika (Wahai yang membolak-balikkan qalbu, tetapkanlah qalbuku pada agama-Mu).&#8221; &#8221; Ummu Salamah melanjutkan, &#8220;Aku pernah bertanya juga, &#8220;Wahai Rasulullah, alangkah seringnya engkau membaca do&#8217;a: &#8220;Ya Muqallibal quluub, tsabbit qalbii &#8216;alaa diinika.&#8221; Beliau menjawab: &#8220;Wahai Ummu Salamah, tidak ada seorang manusia pun kecuali qalbunya berada antara dua jari Tuhan Yang Maha<br />
Rahman. Maka siapa saja yang Dia kehendaki, Dia luruskan, dan siapa yang Dia kehendaki, Dia biarkan dalam kesesatan.&#8221; (H.R.Ahmad dan Tirmidzi. Menurutnya hadits ini hasan)</p>
<p>Selain do&#8217;a di atas, Ibnu Abbas r.a. menceritakan bahwa ketika menginap di rumah Rasulullah saw., ia pernah mendengar beliau mengucapkan do&#8217;a berikut, &#8220;Ya Allah, jadikanlah di dalam hatiku cahaya, di lidahku cahaya, di pendengaranku cahaya, di penglihatanku cahaya. Jadikan di belakangku cahaya, di hadapanku cahaya, dari atasku cahaya, dan dari bawahku cahaya. Ya Allah berikan kepadaku cahaya.&#8221; (H.R.Muslim)</p>
<p>Kesimpulannya, hati merupakan panglima untuk seluruh anggota jasad kita. Kalau hati bening, kelakuan kita pun akan beres. Tapi kalau hati kita busuk, seluruh amaliah pun busuk. Ada sepuluh cara agar kita memiliki hati yang suci, yaitu; Introspeksi diri, perbaikan diri, tadabbur Qur&#8217;an, menjaga kelangsungan amal saleh, mengisi waktu dengan zikir, bergaul dengan orang-orang saleh, berbagi kasih dengan fakir miskin dan anak yatim,<br />
mengingat mati, menghadiri majelis ta&#8217;lim, dan berdo&#8217;a kepada Allah swt. Mudah-mudahan Allah swt. selalu memberi kepada kita hati yang bening. Amiin Wallahu A&#8217;lam</p>
<p>sumber : www.percikan-iman.com</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/antekelektro.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/antekelektro.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/antekelektro.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/antekelektro.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/antekelektro.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/antekelektro.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/antekelektro.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/antekelektro.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/antekelektro.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/antekelektro.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/antekelektro.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/antekelektro.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/antekelektro.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/antekelektro.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/antekelektro.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/antekelektro.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antekelektro.wordpress.com&amp;blog=323435&amp;post=8&amp;subd=antekelektro&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antekelektro.wordpress.com/2006/08/09/cara-menyucikan-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5b2c5dc7f4d6a677dc515af1e3c5c1a1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">antek</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menatap Makassar dari Geladak Kapal Dagang</title>
		<link>http://antekelektro.wordpress.com/2006/07/27/menatap-makassar-dari-geladak-kapal-dagang-2/</link>
		<comments>http://antekelektro.wordpress.com/2006/07/27/menatap-makassar-dari-geladak-kapal-dagang-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Jul 2006 11:29:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antek</dc:creator>
				<category><![CDATA[sirah dan tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[Makassar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://antekelektro.wordpress.com/2006/07/27/menatap-makassar-dari-geladak-kapal-dagang-2/</guid>
		<description><![CDATA[Sejarah senantiasa berisi perbuatan-perbuatan besar. Juga kisah-kisah yang kita dengar dari sumber-sumber besar, dari mereka yang menguasai jagat wacana berikut agenda settingnya. Olehnya itu, kalau ada secuil fakta kecil yang abai dituturkan, namun belakangan terbukti bahwa peristiwa tersebut sangat berpengaruh &#8230; <a href="http://antekelektro.wordpress.com/2006/07/27/menatap-makassar-dari-geladak-kapal-dagang-2/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antekelektro.wordpress.com&amp;blog=323435&amp;post=7&amp;subd=antekelektro&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><font face="Times New Roman, Times, serif"><i></i></font></p>
<p><font face="Times New Roman, Times, serif"><i><font size="2"></p>
<p><img src="http://www.panyingkul.com/images/edisi1_kapaldagang1.jpg" height="181" width="273" /></p>
<p></font></i></font></p>
<p><font face="Times New Roman, Times, serif"><i><font size="2">Sejarah                                      senantiasa berisi perbuatan-perbuatan besar.                                      Juga kisah-kisah yang kita dengar dari sumber-sumber                                      besar, dari mereka yang menguasai jagat wacana                                      berikut agenda settingnya. Olehnya itu, kalau                                      ada secuil fakta kecil yang abai dituturkan,                                      namun belakangan terbukti bahwa peristiwa                                      tersebut sangat berpengaruh dalam pembentukan                                      masyarakat pada kurun selanjutnya, maka apa                                      yang harus dilakukan?</font></i></font></p>
<p align="justify"><font face="Times New Roman, Times, serif"><i><font size="2">Nurhady                                      Sirimorok, dalam konteks sejarah Sulawesi                                      Selatan, menyarankan untuk menambal “lubang                                      besar” tersebut, dengan mengubah sudut                                      pandang riset dan penelitian yang semoga dapat                                      dilakukan. Ia menyebut pengislaman Luwu oleh                                      Dato&#8217; Ri&#8217; Patimang sebagai satu titik awal                                      yang strategis. Kelak, peristiwa kecil yang                                      terabaikan ini akan menjadi simpul pangkal                                      dalam memahami banyak peristiwa besar dalam                                      khasanah Sulawesi Selatan, terutama dalam                                      memahami posisi, peran dan eksistensi Islam                                      dalam benak dan kesadaran kebudayaan daerah                                      tersebut. Ini mungkin hanya soal sudut pandang,                                      tetapi tentu saja riset serius ini akan benar-benar                                      mengisi kekosongan dimaksud. Setidaknya, akan                                      menjadi pengimbang bagi mainstream kesadaran                                      sejarah masyarakat Sulawesi Selatan masa kini.</font></i><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">(p<i>!</i>)</font></font></p>
<p align="justify"><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"><b><font size="4">L</font></b>ebih                                      empat ratus tahun lalu, pada Februari 1605,                                      Sulaiman—kelak lebih dikenal dengan                                      nama Dato’ ri Pa’timang—mengislamkan                                      Luwu’. Ini merupakan awal dari Islamisasi                                      besar-besaran Sulawesi Selatan yang berlangsung                                      amat luas dan cepat. Fenomena ini mengubah                                      wajah jazirah ini, membawanya ke zaman kejayaannya.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Namun sayang, peristiwa besar ini jarang dijadikan                                      sebagai pijakan dalam melihat perkembangan                                      peradaban di Sulawesi Selatan. Salah satu                                      alasannya, determinasi ekonomi terlalu dominan                                      dalam studi sejarah kawasan ini. Ekonomi dijadikan                                      sebagai faktor utama penggerak perubahan.                                      Padahal, tema ini mesti diperluas untuk lebih                                      lengkap merekonstruksi sejarah masa itu.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Salah satu alasan utama mengapa tema ini mesti                                      diperlebar adalah untuk mengikis kecenderungan                                      ilmuan yang hanya memperhatikan aspek ekonomi                                      dalam mengkaji sejarah Asia Tenggara. William                                      Cummings (2002) dalam bukunya <i>Making Blood                                      White</i>, mengkritik Anthony Reid yang menjadikan                                      perdagangan sebagai titik sentrum perkembangan                                      politik di Asia Tenggara. Reduksi ini, menurutnya,                                      bahkan sudah tergambar jelas dalam judul kecil                                      buku Reid (1993), <i>In The Age Commerce</i>                                      (‘Dalam Kurun Dagang’ menurut                                      terjemahan Mochtar Pabottingi).</font></p>
<p align="center"><img src="http://www.panyingkul.com/images/edisi1_kapaldagang2.jpg" height="166" width="214" /></p>
<p align="center"><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">( Foto: </font><font size="2"><font face="Arial, Helvetica, sans-serif">Pelabuhan Kapal Dagang di Sul-sel )<br />
</font></font></p>
<p align="left"><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Dalam                                          bukunya ini, Cummings melihat bahwa rekonstruksi                                          sejarah akan bolong di sana-sini jika                                          hanya memperhatikan sumber sejarah dari                                          catatan Eropa. Pendatang Eropa yang bertandang                                          ke Makassar pada masa itu didominasi para                                          pedagang pengelana, atau perusahaan dagang.                                          Tak pelak, catatan yang ditinggalkannya,                                          yang kini tersimpan rapi di berbagai perpustakaan                                          di Eropa, adalah catatan yang berhubungan                                          dengan perdagangan.</font></p>
<p align="left"><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">                                     Dalam bukunya ini, Cummings melihat bahwa                                      rekonstruksi sejarah akan bolong di sana-sini                                      jika hanya memperhatikan sumber sejarah dari                                      catatan Eropa. Pendatang Eropa yang bertandang                                      ke Makassar pada masa itu didominasi para                                      pedagang pengelana, atau perusahaan dagang.                                      Tak pelak, catatan yang ditinggalkannya, yang                                      kini tersimpan rapi di berbagai perpustakaan                                      di Eropa, adalah catatan yang berhubungan                                      dengan perdagangan.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Kecenderungan ini juga diungkap Taufik Abdullah                                      dalam pendahuluan buku Azyumardi Azra, Renaisans                                      Islam Asia Tenggara (1999). Dia mengutip van                                      Leur bahwa sejarah Indonesia selalu ‘dilihat                                      dari dek kapal dan jendela loji’, yakni                                      hanya dari perspektif barat, dan bersifat                                      fragmentaris. Mengikuti garis pemikiran orientalisme                                      Edward Said, dia menuding sejarawan barat                                      cenderung melakukan seleksi bahan baku sebelum                                      mengkaji sebuah masa di sebuah tempat. Sehingga                                      tak heran jika yang mencuat adalah tema-tema                                      yang mereka inginkan. Mereka cenderung mengabaikan                                      sumber-sumber yang berhubungan dengan Islam,                                      sebagaimana juga dibeberkan dengan nada jengkel                                      oleh Nancy Florida dalam bukunya tentang naskah-naskah                                      Jawa abad 19, Menyurat yang Silam Menggurat                                      yang Menjelang: Sejarah Sebagai Nubuat di                                      Jawa Masa Kolonial (2003 [1995]).</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Kembali ke Makassar. Bila kita hendak merekonstruksi                                      sejarah Makassar abad ke-17, setidaknya ada                                      dua tema yang cukup penting untuk diperhatikan.                                      Pertama, penyebaran Islam, yang dengannya                                      terbawa perubahan dalam struktur sosial-politik,                                      perubahan paradigma kecendikiaan dan kepercayaan                                      religius masayarakat Gowa pada masa itu. Dan                                      kedua, berkembangnya budaya tulisan.</font></p>
<p align="left"><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">*                                      * *</font></p>
<p align="left"><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Diadopsinya                                      Islam oleh Raja Tallo dan Gowa pada tahun                                      1605, telah membawa perubahan pada struktur                                      pemerintahan Gowa (meski Islam kemungkinan                                      telah bersentuhan dengan negeri ini sejak                                      seabad sebelumnya). Raja dijadikan pemimpin                                      religius, dan posisi <i>kadhi</i> menjadi                                      penting di istana Gowa. Hal ini menjelaskan                                      mengapa pada masa itu posisi <i>kalompoang</i>                                      (regalia) kerajaan menjadi tidak lebih penting                                      dibanding raja. Menurut Cummings (2002) pada                                      abad ke-16 dan 17, posisi raja lebih tinggi                                      dari kalompoang, sementara setelah jatuhnya                                      Makassar ke tangan Belanda, posisi kalompoang                                      kembali direhabilitasi sebagai ‘perwujudan’                                      si empunya kerajaan, yaitu para dewa.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Datangnya ajaran Islam menghubungkan Makassar                                      dengan dunia Islam yang membentang di sepanjang                                      Asia. Dalam buku Jaringan Ulama, Azyumardi                                      Azra (2004), memasukkan Syaikh Yusuf sebagai                                      penyebar agama Islam di wilayah ini. Dan dengan                                      demikian, Makassar menjadi salah satu sentrum                                      dalam penyebaran ajaran Islam. Ia mendebat                                      bahwa abad ke-17 merupakan masa yang penting,                                      meski sering dianggap masa ‘gelap’                                      Islam, karena kajian sejarah yang menekankan                                      pada entitas politik, yang memang sedang mengalami                                      surut pada masa itu. Ia ingin membuktikan                                      bahwa abad-17 dan 18 adalah masa paling dinamis                                      dalam ‘sejarah sosial intelektual Islam’                                      di Asia Tenggara.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Di Sulawesi Selatan, penyebaran ajaran Islam                                      dan pembaruan yang mengiringinya tidak berjalan                                      mulus. Menurut Pelras dalam <i>The Bugis</i>                                      (1996), sekitar tahun 1575, Abdul Makmur (Dato’                                      ri Bandang), seorang pendakwah Islam asal                                      Minangkabau tiba di Sulawesi Selatan untuk                                      pertamakalinya. Dalam upayanya menyebarkan                                      ajaran Islam, ia terhambat pada berbagai hal                                      seperti kegemaran masyarakat makan daging                                      babi kering, hati rusa mentah yang dicincang                                      dan disajikan dengan darah (<i>lawa’</i>),                                      serta kebiasaan minum tuak. Karena merasa                                      tidak mampu, dia pindah ke Kutai, di mana                                      ia lebih berhasil.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Pelras juga mengungkap kendala lain yakni                                      resistensi kaum bangsawan penguasa. Menurutnya,                                      “Keengganan penguasa-penguasa ini mungkin                                      berhubungan dengan prinsip egalitarian para                                      pedagang yang tidak berasal dari kelas bangsawan,                                      serta penekanan Islam akan Mahaesa dan Mahatinggi-nya                                      Tuhan. Konsep ini dikhawatirkan akan mengancam                                      kekuasaan para penguasa Bugis, yang terlanjur                                      memperoleh kekuasaan berdasarkan status mereka                                      sebagai keturunan dewata.”</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Ajaibnya, dalam catatan seorang <i>jesuit</i>                                      Perancis, Nicholas Gervais, yang ditulis<i>                                      dalam Historical Description of The Kingdom                                      of Macassar</i> (1688), memperlihatkan hal                                      yang sebaliknya. Ia menyajikan banyak deskripsi                                      menarik dari fakta-fakta tentang kehidupan                                      religius orang Makassar pada abad ke-17—meski                                      tak luput dari beberapa kesalahpahaman. Dalam                                      deskripsinya terlihat bahwa peran para <i>Ajji</i>                                      (Haji) begitu besar dalam kehidupan orang                                      Makassar. Peran penting mereka bukan hanya                                      pada ritual Islam seperti salat, tetapi juga                                      pada upacara kelahiran, sunatan, pernikahan,                                      hingga kematian. Para Ajji juga menjadi tokoh                                      kunci dalam pendidikan anak-anak, misalnya                                      mengajar mengaji dan pengetahuan agama, serta                                      membina para <i>labe</i> (lebai) dan <i>santari</i>                                      (santri).</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Fenomena ini membuat heran ahli Sulawesi Selatan                                      sekaliber Christian Pelras sekalipun. Dia                                      bertanya-tanya, “setelah resistensi                                      yang begitu hebat, ternyata hanya perlu waktu                                      beberapa tahun saja sebelum hukum (syariat)                                      Islam mulai diberlakukan, dan menjadi bagian                                      yang tidak terpisahkan dengan kebudayaan Makassar,                                      Bugis, dan Mandar” (Pelras 1996).</font></p>
<p align="left"><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">                                      * * *</font></p>
<p align="left"><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">                                      Berkembangnya tradisi tulis menyebabkan sentralisasi                                      politik di Makassar semakin efektif. <i>Lontara</i>’                                      menjadi salah satu alat untuk menunjukkan                                      superioritas Gowa, sesuatu yang amat penting                                      bagi kerajaan-kerajaan di Sulawesi Selatan                                      pada masa itu. Dalam buku <i>Warisan Arung                                      Palakka</i>, Andaya (2004 [1981]) mengungkapkan                                      bahwa konsep <i>mare liberum</i>, kebebasan                                      di laut, hanya berlaku setelah strata kerajaan                                      ditetapkan. Jika ada yang mencoba mengganggu                                      status ini dengan alasan apapun, termasuk                                      perdagangan, itu berarti mengancam status                                      kerajaan—bukan hanya perdagangannya.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Menurut Cummings (2002), setelah jatuhnya                                      Makassar lontara’ bilang tidak ditulis                                      lagi, karena telah kehilangan makna. Superioritas                                      telah lenyap dan masa suram tak pantas untuk                                      ditulis. Hal ini menjelaskan mengapa orang                                      Makassar tidak menulis catatan perdagangan                                      dan pelabuhan, sastra atau <i>religius tract</i>.                                      Kebanyakan hanya merupakan terjemahan, dan                                      <i>sinrili</i>’ justru ditulis dari                                      tradisi lisan. Mereka hanya menulis sejarah.                                      Sejarah tentang penguasa.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Selain itu, aksara juga memegang peranan penting                                      dalam penyebaran ajaran-ajaran Islam, yang                                      berarti mengangkat masyarakatnya dari dunia                                      animisme ke dunia yang lebih mengandalkan                                      akal. Ulama Syaikh Yusuf menyumbangkan banyak                                      risalah keagamaan untuk masyarakat Sulawesi                                      Selatan. Padahal sebelumnya tulisan di atas                                      daun lontar ini bagi kebanyakan masyarakat                                      hanya dijadikan alat sesembahan atau sebagai                                      jimat. Dapat dibayangkan bagaimana jadinya                                      jika ajaran Islam tidak dapat diterjemahkan                                      ke dalam bahasa Makassar. Cummings (2002)                                      mencatat bagaimana tulisan arab digunakan                                      sebagai mantra karena tidak dipahami. Hal                                      serupa pernah terjadi pada agama Kristen,                                      di mana kaum gereja memegang otoritas kebenaran,                                      dan bertindak otoriter hingga Martin Luther                                      menerjemahkan Injil ke bahasa Jerman.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Tulisan juga berperan membawa Makassar pada                                      abad ke-17 ke dalam pusaran teknologi. Pada                                      masa itu, banyak naskah-naskah berisi kajian                                      teknologi dari bahasa asing dapat dinikmati                                      masyarakat karena diterjemahkan ke dalam bahasa                                      Makassar. Lontara’ tentang teknologi                                      militer, misalnya tentang pembuatan benteng,                                      kini masih dapat kita temui di Arsip Nasional                                      Makassar.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Jadi, perdagangan hanyalah salah satu dari                                      sekian banyak elemen yang berjalin kelindan                                      dan berdialektika dalam membentuk wajah Makassar                                      abad ke-17. Perdagangan bukan titik sentrum,                                      bukan faktor dominan.</font></p>
<p align="left"><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">                                      * * *</font></p>
<p align="left"><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">                                      Lubang besar yang masih menganga dalam studi                                      sejarah kita kini adalah studi tentang sejarah                                      orang-orang bawah, yang juga berperan membangun                                      Makassar menuju sebuah emporium yang disegani.                                      Menurut Paul Thompson (2000) dalam <i>Voice                                      From The Past: Oral History</i>, sejarah                                      orang-orang bawah tidak pernah tercatat dalam                                      arsip-arsip yang biasanya dibuat oleh kalangan                                      atas. Sementara kalangan bawah, yang kebanyakan                                      buta huruf, tidak dapat menuliskan sejarahnya                                      sendiri. Maka, kita mesti menggalinya dari                                      sejarah lisan.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Jadi, sudah saatnya kita tujukan perhatian                                      untuk mengenal Mangkawa si pandai besi, atau                                      Sangkala si penjaga mesjid, atau orang-orang                                      biasa, tokoh-tokoh anonim lainnya untuk melengkapi                                      wajah sejarah Sulawesi Selatan yang masih                                      belum menunjukkan wajah sejarah seutuhnya.                                      Padahal mereka juga merupakan keping peradaban                                      Sulawesi Selatan, yang sayang hingga kini                                      masih dianggap tak ‘bernilai bersejarah’.                                      (p<i>!</i>)</font></p>
<p align="right">by: Nurhadi Simorok</p>
<p align="right">(spesial thanks !!)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/antekelektro.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/antekelektro.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/antekelektro.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/antekelektro.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/antekelektro.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/antekelektro.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/antekelektro.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/antekelektro.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/antekelektro.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/antekelektro.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/antekelektro.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/antekelektro.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/antekelektro.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/antekelektro.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/antekelektro.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/antekelektro.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antekelektro.wordpress.com&amp;blog=323435&amp;post=7&amp;subd=antekelektro&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antekelektro.wordpress.com/2006/07/27/menatap-makassar-dari-geladak-kapal-dagang-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5b2c5dc7f4d6a677dc515af1e3c5c1a1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">antek</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.panyingkul.com/images/edisi1_kapaldagang1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.panyingkul.com/images/edisi1_kapaldagang2.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Tujuh Penyelamat dari Karebosi</title>
		<link>http://antekelektro.wordpress.com/2006/07/27/tujuh-penyelamat-dari-karebosi/</link>
		<comments>http://antekelektro.wordpress.com/2006/07/27/tujuh-penyelamat-dari-karebosi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Jul 2006 09:04:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antek</dc:creator>
				<category><![CDATA[sirah dan tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[Karebosi]]></category>
		<category><![CDATA[Makassar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://antekelektro.wordpress.com/2006/07/27/tujuh-penyelamat-dari-karebosi/</guid>
		<description><![CDATA[Tanpa sebab yang pasti, sejumlah gajah sirkus yang telah dilatih selama bertahun-tahun, tiba-tiba saja mengamuk. Sang pemilik sirkus tentu saja tak habis pikir dengan kejadian aneh ini. Hari itu, pertunjukannya di lapangan Karebosi berakhir kacau. Bukan hanya itu, pagar pengaman &#8230; <a href="http://antekelektro.wordpress.com/2006/07/27/tujuh-penyelamat-dari-karebosi/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antekelektro.wordpress.com&amp;blog=323435&amp;post=5&amp;subd=antekelektro&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.panyingkul.com/images/edisi1_tujuhkuburankecil.jpg" alt="kuburannya euyy" height="166" width="300" /></p>
<p><i><i></i></i><i><i><font size="2">Tanpa                                    sebab yang pasti, sejumlah gajah sirkus yang                                    telah dilatih selama bertahun-tahun, tiba-tiba                                    saja mengamuk. Sang pemilik sirkus tentu saja                                    tak habis pikir dengan kejadian aneh ini. Hari                                    itu, pertunjukannya di lapangan Karebosi berakhir                                    kacau. Bukan hanya itu, pagar pengaman sekitar                                    tenda sirkus pun ambruk seketika. Indra, perempuan                                    berusia sekitar 40 tahun, mengenang peristiwa                                    di tahun 1984 itu seraya berkata, &#8220;Itulah                                    akibatnya kalau tidak minta izin pada &#8216;penjaga&#8217;                                    Karebosi&#8221;.</font></i></i></p>
<p><font face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif" size="4"><b>S</b></font><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">ore                                  itu saya menemui Indra di samping salah satu warung                                  di lapangan Karebosi. Ia bertutur tentang peristiwa                                  gajah sirkus yang mengamuk, juga tentang penjaga                                  Karebosi. Ia tampaknya tahu banyak, dan juga percaya                                  seputar kejadian-kejadian aneh dan kaitannya dengan                                  apa yang disebutnya sebagai penjaga itu. Indra                                  menyebut-nyebut soal tujuh kuburan di tengah lapangan.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Tujuh kuburan itu pulalah yang mengusik rasa ingin                                  tahu saya. Sewaktu masih bersekolah di SD Sudirman                                  IV yang terletak di Jalan Sudirman, saya dan teman-teman                                  sering melihat tujuh kuburan itu, di saat pelajaran                                  olahraga berlangsung di lapangan yang terletak                                  di depan sekolah kami itu. Di suatu malam Jumat,                                  di bulan April, saya sengaja mendatangi kuburan                                  itu. Di sana saya bertemu tujuh orang peziarah.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Menemukan ketujuh kuburan itu di tengah gelap                                  malam, ternyata tak sesulit perkiraan saya. Seseorang                                  yang nongkrong di panggung lapangan, menyarankan                                  untuk mendatangi asal nyala lilin yang ternyata                                  diletakkan di atas masing-masing kuburan. Setelah                                  sampai di sana, saya mengucap salam sama seperti                                  lazimnya ketika berziarah di kuburan umum.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Kelompok peziarah malam itu terlihat khusyuk.                                  Dan di tengah kegelapan, di antara remang-remang                                  cahaya lilin dan temaram lampu merkuri, saya menyaksikan                                  mereka menyalakan sebatang <i>taibani eja</i>                                  atau lilin merah di atas tiap kuburan, menabur                                  bunga, serta membasahi tanah kuburan dengan air.                                  Mereka juga membawa sesajen berupa pisang raja,                                  kelapa muda, dan anak ayam kampung. Semua sesajen                                  itu diangkut dengan sebuah becak, yang sengaja                                  disewa untuk melintasi sayap timur Karebosi untuk                                  keperluan ziarah itu.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Dari penjelasan penjaga kuburan yang bernama Kadir                                  Daeng Naba, saya mengetahui sedikit tentang kelompok                                  peziarah itu. Katanya, mereka itu memiliki warung                                  di pinggir salah satu ruas jalan lapangan Karebosi.                                  Dan keesokan harinya, tibalah saya di warung dimaksud,                                  kemudian bertemu dengan Indra, perempuan yang                                  bercerita tentang penjaga kuburan itu.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Keponakan Indra, seorang anak perempuan berusia                                  sembilan tahun bernama Andi Ani, melengkapi kisah                                  ziarah di malam sebelumnya.. Andi Ani bertutur,                                  bahwa beberapa hari sebelum rombongan mereka berziarah,                                  tantenya yang bernama Suri &#8211;yang berprofesi sebagai                                  pekerja seks komersial, tiba-tiba kesurupan. Melihat                                  Suri yang sedang kesurupan, salah seorang keluarganya                                  lalu mengucap nazar. &#8220;Kalau tanteku sembuh,                                  kami akan berziarah ke tujuh kuburan itu,&#8221;                                  ungkapnya.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Indra, warga yang tinggal di Jalan Bayam, Makassar,                                  itu menambahkan, kisah gajah sirkus yang mengamuk                                  hanyalah salah satu keanehan yang kerap terjadi                                  di Karebosi. Ia percaya itu. Dan tampaknya bukan                                  hanya Indra yang berkeyakinan demikian. Beberapa                                  orang yang duduk di sekitar kami juga menyetujui                                  pernyataan perempuan berambut pendek itu. Mereka                                  percaya berbagai kejadian aneh seperti misalnya                                  panggung pertunjukan yang roboh atau acara yang                                  berakhir kacau, disebabkan karena campur tangan                                  sang penjaga Karebosi.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Barangkali karena cukup meluasnya kepercayaan                                  bahwa setiap hajatan di Karebosi sebaiknya didahului                                  dengan meminta izin sang penjaga, membuat banyak                                  orang yang mengadakan kegiatan seperti upacara,                                  pertandingan olahraga, pasar malam atau konser                                  musik, biasanya berziarah dulu ke kuburan tersebut.                                  Mereka meyakini kegiatan berziarah itu sebagai                                  pertanda minta izin agar kegiatan yang akan digelar                                  dapat berjalan lancar.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Selain berziarah untuk keperluan meminta izin                                  menyelenggarakan kegiatan, sebagian orang juga                                  meyakini bahwa pemilik tujuh kuburan itu adalah                                  perantara manusia dengan Tuhannya, sehingga doa                                  yang dipanjatkan dari tempat itu berpeluang besar                                  untuk dikabulkan. Kepercayaan itu tak hanya berlaku                                  di kalangan etnis Makassar yang umumnya beragama                                  Islam, tapi beberapa orang keturunan Cina pun                                  biasa berdoa di tempat itu. &#8220;Orang yang berziarah                                  memohon berbagai macam permintaan, mulai dari                                  doa agar usaha mereka makin menangguk untung yang                                  besar, hingga meminta kelancaran mencari jodoh,&#8221;                                  kata Indra.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Lantas siapa gerangan yang bersemayam di tujuh                                  kuburan itu dan mengapa mereka tidak dikuburkan                                  di kuburan umum saja? Pertanyaan ini juga sebenarnya                                  telah muncul sejak lama di benak saya. Ketika                                  mengikuti kegiatan lari lintas lapangan saat masih                                  SD, saya dan teman-teman biasanya melambatkan                                  langkah setiap melintasi setapak kedua dari pintu                                  masuk sebelah timur Karebosi itu dengan hati yang                                  berdebar-debar. Tapi setelah menatap jejeran kuburan                                  yang tersembul di sela rumput lapangan, kami justru                                  kerap mempercepat langkah karena ketakutan tanpa                                  sebab yang jelas.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Bila merujuk pada sebuah peta kuno yang saya temukan                                  di Museum Kota Makassar, disebutkan bahwa Karebosi                                  dulunya adalah sawah yang merupakan wilayah Kerajaan                                  Gowa. Kalau Karebosi dulunya adalah sawah, maka                                  aneh rasanya mendapati jejeran tujuh kuburan di                                  daerah persawahan. Dan meskipun dalam perkembangan                                  selanjutnya, Karebosi kemudian berubah fungsi                                  menjadi ruang terbuka atau alun-alun kota, kehadiran                                  tujuh kuburan itu tetap mengundang tanda tanya.</font></p>
<p><img src="http://www.panyingkul.com/images/edisi1_kuburan3.jpg" alt="kuburan lagi euyy" height="225" width="317" /></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Dari                                        empat sisi jalan utama yang mengelilingi                                        Karebosi, jejeran tujuh kuburan itu memang                                        tidak tampak menyolok. Ketujuh kuburan itu                                        terletak di sayap timur lapangan, tidak                                        jauh dari tempat latihan Persatuan Sepakbola                                        Makassar (PSM). Dulu saya mendapati kuburan                                        itu tanpa tembok, namun sekarang telah ada                                        tembok setinggi kurang lebih 7 sentimeter                                        mengelilingi gundukannya. Di bagian atas                                        tembok itu dilekatkan tegel keramik berwarna                                        putih berukuran sekitar 10 x 5 sentimeter.                                        Di bawahnya juga telah dilapisi semen.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Di sebelah kiri kuburan yang terbujur dari arah                                    utara ke selatan itu juga dipasangi tegel serupa                                    sebanyak 14 buah yang disusun berjejer dua.                                    Tak hanya itu, di atas tembok masing-masing                                    kuburan juga diletakkan 26 ubin yang disusun                                    dua. Warna ubinnya beraneka ragam, mungkin karena                                    termakan usia. Ada yang abu-abu, putih, merah                                    bata, dan coklat. Dan tidak seperti kuburan                                    pada umumnya, ketujuh kuburan itu tak bernisan.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Dari Kadir Daeng Naba yang telah kurang lebih                                    35 tahun setia menjaga tujuh kuburan tersebut,                                    setumpuk hikayat mengenai ketujuh kuburan itu                                    terungkap. Daeng Naba bercerita kepada saya                                    dengan menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa                                    Makassar. Ia mengatakan, bahwa pemilik tujuh                                    kuburan yang berjejer di Karebosi itu adalah                                    tujuh perempuan bersaudara yang biasa diminta                                    bantuannya untuk keperluan mistik.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Sepulang dari Karebosi malam itu, saya bertemu                                    dengan seorang polisi pamong praja, bernama                                    Rafiuddin. Mengetahui kepulangan saya dari Karebosi                                    untuk mencari tahu tentang tujuh kuburan itu,                                    Rafiuddin lalu menceritakan salah satu pengalamannya                                    ketika sempat ditugaskan berjaga di Karebosi                                    selama tiga tahun. Ia pun berkisah, suatu malam                                    ia didatangi makhluk halus perempuan yang mengaku                                    sebagai salah satu pemilik kuburan tersebut.                                    Namun, makhluk halus yang waktu itu rambutnya                                    dikepang dua memakai pita berwarna merah, menolak                                    dirinya dikatakan sebagai salah satu dari tujuh                                    bersaudara itu. &#8220;Tujuh kuburan yang orang                                    maksud itu ada di Takalar,&#8221; sebutnya menirukan                                    perkataan perempuan tadi.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Karena Daeng Naba tak tahu persis tentang detail                                    ketujuh bersaudara itu, maka ia menyarankan                                    saya untuk mencari keterangan di <i>Balla&#8217;                                    Lompoa</i>, istana Raja Gowa yang terletak                                    di Sungguminasa, Kabupaten Gowa. Di sana saya                                    bertemu dengan seorang pemandu bernama Amir.                                    Ia mengatakan tak tahu banyak mengenai tujuh                                    kuburan itu. Namun, ia juga menyangkal bahwa                                    yang bersemayam di kuburan itu adalah tujuh                                    orang bersaudara. Ia yakin tujuh bersaudara                                    yang dimaksud itu dikuburkan di Galesong, Takalar,                                    sekitar 60 km ke arah selatan Makassar. Sehingga                                    orang biasa menyebutnya dengan &#8220;Tujua ri                                    Galesong&#8221;.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Konon, tujuh bersaudara itu adalah orang yang                                    dikutuk oleh salah seorang wali karena kenakalan                                    yang sering dilakukannya. Karena kutukan itu,                                    arwah mereka masih terkatung-katung di antara                                    bumi dan langit. Setelah kematiannya, orang-orang                                    memanfaatkan arwah mereka untuk keperluan yang                                    negatif seperti mengguna-gunai orang lain. Orang                                    yang berniat seperti itu biasanya meminta bantuan                                    yang bungsu. Konon, si bungsu yang tuna wicara                                    itu dianggap terkejam di antara ketujuhnya.                                    Ia memiliki kemampuan merasuki tubuh seseorang                                    atas permintaan orang lain.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Setelah bercerita di anak tangga museum Balla&#8217;                                    Lompoa, pemandu itupun menyarankan saya bertemu                                    dengan seorang lelaki yang tinggal tak jauh                                    dari Balla&#8217; Lompoa. Lelaki itu bernama Andi                                    Djufri Tenribali. Ia lebih akrab disapa Daeng                                    Pile.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Kening Daeng Pile mengernyit melihat kehadiran                                    saya. Wajar saja, karena sebelumnya kami memang                                    tak pernah berkenalan. Ia pun bertanya tentang                                    tujuan saya menemuinya. Tanyanya berbalas ketika                                    saya memberitahukan keingintahuan saya tentang                                    tujuh kuburan itu. Tangan kirinya menutupi mulutnya                                    yang tertutup dan menatap saya lekat, keningnya                                    pun masih mengernyit. Ia tak langsung mau bercerita                                    panjang lebar. Ia hanya meminta saya menulis                                    apa saja yang ingin saya ketahui tentang tujuh                                    kuburan itu di atas selembar kertas. &#8220;Saya                                    akan memilah mana yang bisa saya jawab,&#8221;                                    ujar Daeng Pile sambil berjanji memberikan jawabannya                                    dua hari kemudian.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Dua hari kemudian saya menemuinya lagi. Tapi                                    ia belum memberikan jawaban sama sekali. Ia                                    mengaku, dalam dua hari itu ia selalu merasa                                    terhalangi untuk membalas pertanyaan saya di                                    atas selembar kertas juga. &#8220;Sepertinya                                    saya harus minta izin dulu sebelum memberi jawaban,&#8221;                                    ujarnya. Daeng Pile mengatakan, ia akan meminta                                    izin melalui meditasi, untuk itu ia meminta                                    nama saya yang menurutnya akan disampaikan kepada                                    pemilik tujuh kuburan itu. Jika diizinkan, maka                                    ia baru berani bercerita. Persoalannya, &#8220;lebih                                    mudah menghadapi kemarahan orang yang masih                                    hidup daripada yang telah tiada,&#8221; kata                                    Daeng Pile.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Katanya,                                    di saat-saat tertentu, ia memang menarik diri                                    dari keramaian lalu berdiam melakukan meditasi                                    di salah satu bilik rumahnya di bilangan Syamsuddin                                    Tunru, Sungguminasa, Gowa, itu. Meditasi itu                                    biasa dilakukannya di malam bulan purnama. Sebelumnya,                                    ia menyiapkan paling kurang tiga sisir pisang,                                    air kelapa muda, dan kain putih sepanjang satu                                    meter. Dalam meditasinya, Daeng Pile berkomunikasi                                    dengan pemilik tujuh kuburan itu. Lama kelamaan,                                    ia pun merasa telah ada semacam benang merah                                    yang terjalin antara mereka. Ia pun diberitahu                                    mengenai siapa, dari mana, dan kapan kuburan                                    itu mulai ada.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Di hari ketiga, saya akhirnya mendapatkan jawaban,                                    meski tak semuanya. Ternyata Daeng Pile kerap                                    pula berziarah ke kuburan itu sejak kurang lebih                                    sembilan tahun lalu. Ia ke tempat itu karena                                    percaya pada apa yang dikisahkan beberapa penutur                                    tradisi yang ditemuinya. Semua cerita mereka                                    seragam, bahwa suatu ketika nanti Makassar dan                                    sekitarnya akan dilanda kekacauan. Pusat kekacauan                                    itu adalah di Karebosi, karena di tempat itulah                                    konon nanti menjadi ajang orang-orang saling                                    bunuh sehingga tanahnya akan digenangi darah                                    hingga pergelangan kaki. Dan yang bisa meredakan                                    keadaan itu adalah tujuh orang yang turun dari                                    langit atas seizin Tuhan. Mereka akan turun                                    tepat di daerah kuburan itu.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Para penutur tradisi juga mengaitkan kejadian                                    itu dengan apa yang tertulis di dalam Al Quran.                                    Dalam kitab suci umat Islam itu, digambarkan                                    munculnya sosok <i>Dajjal</i> yang akan membawa                                    dunia ini pada keadaan kacau balau. Menurut                                    mereka, pada keadaan yang disebabkan oleh Dajjal                                    itu pula ketujuh orang tersebut turun dari langit.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Tapi bukan cuma itu yang membangun keyakinan                                    Daeng Pile. Lelaki yang pernah jadi pemandu                                    wisata di Benteng Fort Rotterdam ini, juga mencari-cari                                    informasi mengenai kuburan tersebut yang kemungkinan                                    saja terselip di antara lembaran naskah-naskah                                    kuno. Dan yang lebih memperkuat keyakinan Daeng                                    Pile itu adalah pengalaman batinnya bercakap                                    dengan pemilik tujuh kuburan itu.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Daeng Pile akhirnya bersedia membagi pengetahuannya                                    tentang tujuh kuburan itu. Maka bertuturlah                                    Daeng Pile, bahwa sejarah kuburan itu dimulai                                    pada abad ke-10. Kala itu Karebosi masih masuk                                    dalam wilayah Kerajaan Gowa-Tallo yang meliputi                                    Sungai Tallo bagian utara hingga Barombong bagian                                    selatan. Waktu itu pusat kota Makassar terletak                                    di Benteng Somba Opu sehingga benteng itu dinamakan                                    pula benteng Makassar. Setelah peperangan antara                                    Kerajaan Gowa dan Verenigde Oostindische Compagnie                                    (VOC) meletus pertama kali pada 1667 dan dimenangkan                                    oleh VOC, Sultan Hasanuddin terpaksa menandatangani                                    Perjanjian Bungaya pada 18 November 1667. Dari                                    perjanjian perdamaian ini, pusat Makassar terbagi                                    ke Benteng Jungpandang juga.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Karena masih merasa terancam, VOC yang waktu                                    itu dipimpin oleh Laksamana Muda Cornelisz Janszoon                                    Speelman, menyerang lumbung padi rakyat Gowa                                    dan membumihanguskan Benteng Somba Opu pada                                    1668-1669. Setelah peperangan kedua itu, VOC                                    akhirnya mengambil alih pusat Makassar yang                                    waktu itu hanya di benteng Jungpandang dan mengubah                                    namanya jadi Fort Rotterdam. Speelman pun mulai                                    unjuk gigi dengan melakukan perluasan kota pada                                    1670. <i>Master plan</i> perluasan kota itu                                    tetap dilanjutkan oleh pengganti Speelman. Pada                                    1890 saat Makassar berstatus sebagai kota afdeling,                                    Pemerintah Hindia Belanda berhasil memasukkan                                    Karebosi ke dalam wilayah kota Anging Mammiri                                    ini .</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Konon menurut cerita, Gowa di abad ke-10 dilanda                                    keadaan kacau balau. Gowa bagai sebuah rimba                                    tak bertuan. Orang-orang saling beradu kekuatan.                                    Setiap orang ingin membuktikan bahwa, dirinyalah                                    yang terhebat. Dan akhirnya yang lemah tersingkir                                    dari kehidupan.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Suatu hari di kala itu, Gowa dihantam hujan                                    deras dan petir yang menyambar-nyambar. Peristiwa                                    itu berlangsung selama tujuh hari tujuh malam.                                    Dan di hari ke delapan, petir akhirnya berhenti                                    berkilat-kilat dan hujan hanya bersisa pelangi                                    dan gerimis seperti benang halus yang jatuh                                    dari langit. Karebosi yang dulu merupakan hamparan                                    luas nan kering lalu digenangi air.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Lantas sekitar ratusan mata rakyat Gowa saat                                    itu tiba-tiba menyaksikan timbulnya tujuh gundukan                                    tanah di tengah hamparan tersebut. Tujuh orang                                    bergaun kuning keemas-emasan pun muncul sesaat                                    lalu menghilang di tengah gerimis. Yang tersisa                                    kemudian hanya tujuh gundukan tanah berbau harum.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Tak ada yang tahu asal muasal ketujuh orang                                    itu. Namun, rakyat Gowa saat itu percaya kalau                                    mereka adalah<i> tomanurung </i>(semacam dewa                                    dalam mitologi Bugis Makassar) yang dikirimkan                                    oleh Tuhan untuk negeri mereka. Kehadiran tujuh                                    orang yang disebut sebagai Karaeng Angngerang                                    Bosi atau Tuan yang Membawa Hujan, pun menginspirasi                                    rakyat Gowa saat itu untuk memberi nama hamparan                                    yang kemudian mereka jadikan sebagai sawah kerajaan                                    itu. Jadilah nama<i> Kanrobosi </i>diberikan                                    pada sawah itu. <i>Kanro</i> berarti anugerah                                    yang Maha Kuasa dan <i>bosi</i> berarti hujan                                    atau bisa juga bermakna kelimpahan. VOC kemudian                                    mengubah nama itu jadi Koningsplein. Setelah                                    penjajah Belanda menyerah, nama itu lantas berubah                                    lagi jadi Karebosi seperti yang dikenal banyak                                    orang dewasa ini.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Kurang lebih lima abad kemudian, di bawah kepemimpinan                                    Batara atau Raja Gowa ke-7, tujuh gundukan tanah                                    itu dihormati sebagai tempat berpijak pertama                                    kali tujuh tokoh kharismatik tersebut. Lantas                                    beberapa orang membentuk tujuh gundukan itu                                    menyerupai kuburan dengan cara tiap gundukan                                    diberi batu sebanyak tujuh buah. Cara ini sering                                    dilakukan orang-orang di jaman dahulu untuk                                    menandai sebuah kuburan. </font></p>
<p align="left"><img src="http://www.panyingkul.com/images/edisi1_7kuburan_satu.jpg" alt="kuburan ihhh" align="right" height="201" width="250" /></p>
<p align="left"><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Seiring                                        berjalannya waktu, berziarah ke tujuh kuburan                                        itu dianggap sebagai salah satu warisan                                        tradisi penghormatan masyarakat dan penguasa                                        setempat kepada tujuh tokoh yang diperkirakan                                        turun dari langit tersebut. Pada saat H.M.                                        Daeng Patompo menjabat sebagai Wali Kota                                        Makassar pada 1965-1978, tujuh kuburan itu                                        sempat ditutup. Namun beberapa orang yang                                        percaya akan mitos ketujuh kuburan itu memugarnya                                        kembali.</font></p>
<p align="left"><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Mitos                                  yang diyakini sebagian orang itu mengatakan, bahwa                                  ketujuh tokoh tersebut akan turun lagi ke bumi                                  suatu ketika nanti. Namun, seperti kedatangan                                  mereka semula, akan ada pula kondisi tak menentu                                  yang mendahuluinya. Bahkan keadaan itu telah digambarkan                                  di dalam Lontara dengan kata-kata:<i> jarangji                                  na kongkong sikokko na sitindang, ganca-gancamo                                  cera&#8217;</i>. &#8220;Hanya kuda (yang merupakan simbol                                  penguasa) dan anjing (sebagai simbol penentu kebijakan),                                  saling gigit dan tendang hingga akhirnya terjadi                                  pertumpahan darah,&#8221; kata Daeng Pile mengutip                                  salah satu isi Lontara itu.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Di saat banjir darah itulah, konon katanya di                                  Karebosi akan muncul secara tiba-tiba tujuh balla`                                  lompoa atau istana yang bentuknya serupa. Uniknya,                                  bukan hanya bangunannya yang sama, tapi fisik,                                  roman wajah, perilaku, dan kharisma penghuni istana                                  juga bak pinang dibelah dua. Tapi di antara tujuh                                  tokoh itu ada yang memiliki kharisma paling kuat.                                  Tokoh itulah yang nanti akan jadi pemimpin utama                                  dan menunjuk orang-orang yang dianggap bisa memulihkan                                  keadaan pada saat itu. Dalam kepercayaan mistik                                  Jawa, tokoh itu dikenal dengan sebutan Ratu Piningsit.                                  &#8220;Saya memerkirakan tokoh yang pijakannya                                  di tengah itulah yang nanti akan menjadi tokoh                                  berkharisma paling kuat itu. Karena bagi saya,                                  tokoh itu merupakan penyeimbang antara 7 lapis                                  langit dan 7 lapis bumi,&#8221; sebut Daeng Pile.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Namun Daeng Pile masih enggan menyebut secara                                  detail persona masing-masing tujuh tokoh tersebut.                                  Baginya hal itu masih tabu untuk diceritakan dan                                  telah jadi konsensus antara dirinya dengan para                                  penutur tradisi, dan mungkin juga dengan ketujuh                                  tokoh tersebut. Ia punya alasan sendiri untuk                                  itu. Menurutnya, dengan menyebut persona ketujuh                                  tokoh itu dapat berpengaruh pada keberadaan seseorang                                  atau negeri dalam berbagai hal, seperti bencana                                  alam, kekacauan, kesengsaraan, yang memengaruhi                                  aspek kehidupan dari rakyat maupun penguasa.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Terlepas dari beragamnya hikayat yang ada, ritual                                  berziarah ke tujuh jejeran makam itu tetap berlangsung                                  hingga hari ini. Mereka datang dengan kepercayaan                                  dan tentunya saja niat yang berbeda-beda. Dan                                  di tengah riuh rendah berbagai kegiatan di Karebosi,                                  dari keramaian pidato politikus di musim kampanye,                                  dari kelincahan kaki para pemain PSM menggiring                                  bola, dari hingar bingar pertunjukan musik, hadir                                  legenda abadi tentang tujuh penjaga Karebosi,                                  yang dipercaya, yang diziarahi, dan menjadi tempat                                  orang-orang menundukkan kepala, berdiam dan berdoa,                                  ditemani nyala lilin merah, taburan kembang, dan                                  sesajen. (p<i>!</i>)</font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/antekelektro.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/antekelektro.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/antekelektro.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/antekelektro.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/antekelektro.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/antekelektro.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/antekelektro.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/antekelektro.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/antekelektro.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/antekelektro.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/antekelektro.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/antekelektro.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/antekelektro.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/antekelektro.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/antekelektro.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/antekelektro.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antekelektro.wordpress.com&amp;blog=323435&amp;post=5&amp;subd=antekelektro&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antekelektro.wordpress.com/2006/07/27/tujuh-penyelamat-dari-karebosi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5b2c5dc7f4d6a677dc515af1e3c5c1a1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">antek</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.panyingkul.com/images/edisi1_tujuhkuburankecil.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kuburannya euyy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.panyingkul.com/images/edisi1_kuburan3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kuburan lagi euyy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.panyingkul.com/images/edisi1_7kuburan_satu.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kuburan ihhh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dunia Segiempat Karebosi</title>
		<link>http://antekelektro.wordpress.com/2006/07/27/dunia-segiempat-karebosi/</link>
		<comments>http://antekelektro.wordpress.com/2006/07/27/dunia-segiempat-karebosi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Jul 2006 08:58:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antek</dc:creator>
				<category><![CDATA[sirah dan tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[Karebosi]]></category>
		<category><![CDATA[Makassar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://antekelektro.wordpress.com/2006/07/27/dunia-segiempat-karebosi/</guid>
		<description><![CDATA[Karebosi adalah titik nol kilometer kota Makassar. Sebagai titik awal keberangkatan, Karebosi pun terpilih jadi topik Panyingkul! untuk pertama kalinya. Enam tulisan utama dalam edisi perdana ini ditulis oleh peserta pelatihan citizen journalist angkatan pertama. Banyak cerita yang senantiasa bisa &#8230; <a href="http://antekelektro.wordpress.com/2006/07/27/dunia-segiempat-karebosi/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antekelektro.wordpress.com&amp;blog=323435&amp;post=4&amp;subd=antekelektro&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2"></p>
<p><img src="http://www.panyingkul.com/images/karebosi_vertikal.jpg" alt="karebosi rong" height="183" width="322" /></p>
<p></font></p>
<p align="justify"><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Karebosi adalah titik nol kilometer kota Makassar.                                    Sebagai titik awal keberangkatan, Karebosi pun                                    terpilih jadi topik Panyingkul! untuk pertama                                    kalinya. Enam tulisan utama dalam edisi perdana                                    ini ditulis oleh peserta pelatihan <i>citizen                                    journalist</i> angkatan pertama. Banyak cerita                                    yang senantiasa bisa digali dari lapangan di                                    jantung kota ini, dan karena itulah kami ingin                                    menguji, sejauh mana gairah bercerita itu bisa                                    berkembang dan kemudian dibagi kepada pembaca                                    Panyingkul!</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Rahmat                                    Hidayat, penulis fiksi yang sedang berada di                                    Amsterdam saat mengikuti pelatihan ini, memanfaatkan                                    ketersediaan literatur dan dokumentasi yang                                    melimpah di sejumlah perpustakaan dan museum                                    di Belanda untuk merekonstruksi suasana Karebosi                                    pada awal abad ke-20. Eksperimen imajiner yang                                    dilengkapi catatan sejarah faktual, misalnya                                    telepon umum yang ternyata sudah ada di Makassar                                    pada tahun 1916, dapat dibaca pada <a href="http://www.panyingkul.com/koningsplein1916.htm" target="_self"><font color="#000000">Koningsplein                                    1916: Percakapan Senja Hari</font></a>. </font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Sementara                                    Irayani Queencyputri memilih metode observasi                                    di pagi dan sore hari untuk merekam kesibukan                                    Karebosi pada suatu hari libur. Sejak matahari                                    terbit hingga tenggelam, di Karebosi orang-orang                                    membangun dunianya sendiri melalui beragam rutinitas,                                    seperti yang digambarkan dalam <a href="http://www.panyingkul.com/karebosi_pagisore.htm" target="_self"><font color="#000000">Karebosi                                    Pagi, Karebosi Sore</font></a>. </font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Mansyur                                    Rahim meneruskan perjalanan waktu dengan kisah                                    para waria yang tetap setia menghabiskan malam                                    di sisi barat – utara lapangan. Karebosi                                    memang telah lama menjadi rumah kedua bagi para                                    waria, bersama segenap romantika dan problemanya.                                    Dengan menghabiskan malam di salah satu sudut                                    Karebosi, Mansyur Rahim menghadirkan kegalauan                                    kaum marjinal ini melalui <a href="http://www.panyingkul.com/sepidi_tepikarebosi.htm" target="_self"><font color="#000000">Sepi                                    di Tepi Pagi Karebosi</font></a>.</font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Dan,                                    Karebosi pun menjadi saksi keteguhan Abanda,                                    seorang anak pengemis yang bertekad mengubah                                    nasib. M. Aan Mansyur menceritakan kisah siswa                                    Makassar Football School itu dalam <a href="http://www.panyingkul.com/bola_abanda.htm" target="_self"><font color="#000000">Bola                                    Nasib Abanda</font></a>. Aan mengisahkan kegugupan                                    Abanda saat pertama kali naik pesawat udara                                    menuju ke Perancis untuk bermain bola, hingga                                    keyakinannya yang makin kuat bahwa nasib buruk                                    sebagai keluarga pengemis bisa berubah. </font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Sedangkan                                    dari lapangan basket, hadir cerita tentang Mukhtar,                                    salah seorang pebasket terbaik Sulawesi Selatan                                    yang merawat cintanya dengan membina pemain-pemain                                    muda. Nurhady Sirimorok, penulis yang juga mantan                                    pemain basket mengangkat perjalanan karir seorang                                    atlet yang harus rela menjajal profesi lain                                    demi untuk memenuhi kebutuhan hidup. Ia mengemasnya                                    dalam <a href="http://www.panyingkul.com/cintapebasket.htm" target="_self"><font color="#000000">Karebosi                                    dan Cinta Seorang Pebasket</font></a>. </font></p>
<p><font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">Sisi                                    lain Karebosi yang diselimuti hikayat dan misteri                                    ditulis oleh Nilam Indahsari melalui ritual                                    ziarah di tujuh kuburan yang berjejer di sayap                                    timur lapangan. Apa yang dipercaya sebagian                                    orang sebagai <a href="http://www.panyingkul.com/tujuh_penjagakarebosi.htm" target="_self"><font color="#000000">Tujuh                                    Penyelamat dari Karebosi</font></a> dihadirkan                                    tidak hanya melalui penuturan para peziarah,                                    tapi juga melalui catatan sejarah dan hikayat                                    di masa Kerajaan Gowa abad ke-16.</font> <font face="Arial, Helvetica, sans-serif" size="2">(p<i>!</i>)</font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/antekelektro.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/antekelektro.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/antekelektro.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/antekelektro.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/antekelektro.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/antekelektro.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/antekelektro.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/antekelektro.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/antekelektro.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/antekelektro.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/antekelektro.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/antekelektro.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/antekelektro.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/antekelektro.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/antekelektro.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/antekelektro.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antekelektro.wordpress.com&amp;blog=323435&amp;post=4&amp;subd=antekelektro&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antekelektro.wordpress.com/2006/07/27/dunia-segiempat-karebosi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5b2c5dc7f4d6a677dc515af1e3c5c1a1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">antek</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.panyingkul.com/images/karebosi_vertikal.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">karebosi rong</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Peta Penentang RUU APP</title>
		<link>http://antekelektro.wordpress.com/2006/07/26/peta-penentang-ruu-app/</link>
		<comments>http://antekelektro.wordpress.com/2006/07/26/peta-penentang-ruu-app/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Jul 2006 13:06:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antek</dc:creator>
				<category><![CDATA[hayatulislam]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[RUU APP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://antekelektro.wordpress.com/2006/07/26/peta-penentang-ruu-app/</guid>
		<description><![CDATA[Gelombang pro dan kontra terhadap RUU APP (anti pornografi dan porno aksi) seakan tak ada habisnya. Tokoh Islam dan kaum muslimin menuntut agar RUU APP segera disahkan menjadi UU, sedangkan LSM, artis dan non-muslim menolak RUU APP diundangkan. Umumnya alasan &#8230; <a href="http://antekelektro.wordpress.com/2006/07/26/peta-penentang-ruu-app/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antekelektro.wordpress.com&amp;blog=323435&amp;post=3&amp;subd=antekelektro&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gelombang pro dan kontra terhadap RUU APP (anti pornografi dan porno aksi) seakan tak ada habisnya. Tokoh Islam dan kaum muslimin menuntut agar RUU APP segera disahkan menjadi UU, sedangkan LSM, artis dan non-muslim menolak RUU APP diundangkan. Umumnya alasan mereka karena menghambat kebebasan, merugikan perempuan, berbau Arab, ini urusan pribadi dan bukan Negara, serta banyak alasan lainnya yang mereka kumandangkan. Sedangkan partai politik hanya PDIP dan PDS yang menolak RUU APP, notabene mereka terdiri dari orang-orang nasionalis-sekuler dan non-muslim.Kelompok yang menamakan dirinya ”Aliansi Bhineka Tunggal Ika” berdemontrasi menolak RUU APP di Bundaran HI tanggal 22 April 2006, demo ini diikuti Shinta Nuriah (istri Gus Dur), Inul, Rieke (Oneng), Jajang C. Noer, Ratna Sarumpaet, etnis Cina, bahkan para waria membuka payudaranya sebagai wujud penolakannya. <sup>Lihat 1</sup></p>
<p>Dalam sebuah wawancara tentang RUU APP di situs JIL, Gus Dur mengutarakan bahwa Al-Quran kitab suci paling porno di dunia, Gus Dur menyatakan bahwa didalam Al-qur’an ada ayat tentang Ibu menyusui anaknya selama dua tahun berturut-turut. Jika menyusui tentu mengeluarkan tetek, cabul dong ini! Sedangkan dalam Injil tidak ada ayat seperti itu. Kata Gus Dur sambil terbahak-bahak. <sup>Lihat 2 &amp; 3</sup> Begitulah gaya Gus Dur menolak RUU APP meskipun secara organisatoris NU mendukung RUU APP, kelihatannya Gus Dur sudah ditinggalkan para Kiai NU.<br />
Bisa anda bayangkan jika yang berucap seperti Gus Dur adalah tokoh non-muslim, bisa jadi demo besar-besaran agar tokoh itu minta maaf atau tuntutan agar tokoh itu dihukum karena telah melecehkan Al-Quran, tetapi tidak ada satupun yang mempermasalahkan ucapan Gus Dur. Entah kenapa?</p>
<p>Jika diamati maka dapat kita buat peta para penentang RUU APP:</p>
<p>1.  Orang-orang yang terganggu nafkahnya. Ini umumnya para artis (Inul, Oneng dan sejenisnya) yang terhambat usahanya untuk mencari rezki karena mereka menjual kecantikan, kemolekan tubuhnya dan tarian erotisnya. Termasuk dalam hal ini LSM-LSM yang menjajakan ideologi sekuler Barat (Yeni Rosa dkk.), seperti: demokrasi, emansipasi wanita, kesetaraan gender, HAM, dll, dimana umumnya LSM ini didanai asing.</p>
<p>2.  Konspirasi kafir merusak aqidah secara sistematis. Ini dilakukan oleh orang-orang kafir (Ratna Sarumpaet dkk.) dengan tujuan agar semakin jauh umat Islam dari tuntunan Al-Quran dan as-sunnah. Dengan demikian mereka memperalat kaum muslimin dan kita menjadi budak budaya dan produk mereka.</p>
<p>3.  Para pengusung ideologi sekuler. Ini termasuk tokoh-tokoh Islam yang menolak RU APP (Gus Dur, Shinta Nuriah, Faisal Basri, Dawam Raharjo, Goenawan Muhamad, dll.), mereka memperjuang ideologi sekuler yang sama sekali tidak ada titik-temunya dengan Islam.<br />
Kita tidak habis fikir, bagaimana mungkin tokoh-tokoh Islam sendiri yang menentang sebuah RUU yang mengakomodasi kepentingan umat Islam, masih layakkah mereka disebut sebagai tokoh Islam. Padahal Allah swt memperingatkan bahwa orang-orang yang bersama orang-orang kafir dalam membela kemaksiaatan maka mereka termasuk golongan mereka (Al-Maidah 51, Ali Imran 100, An-Nisa’ 138-139 &amp; Al-Mumtahanah 1).</p>
<p>Semua argumentasi mereka menolak RUU APP sungguh tidak masuk akal. Mereka menolak karena menghambat kebebasan, sebetulnya kebebasan apa yang mereka perjuangkan, kebebasan tanpa bataskah? Jika ingin bebas maka hidup saja sebagai atheis atau kafir, karena Islam mempunyai nilai untuk membatasi kebebasan seseorang; berperilaku, berucap atau berpakaian ada batasnya.</p>
<p>Mereka menolak karena merugikan kaum perempuan, ini lebih tidak masuk akal lagi. RUU APP berisikan aturan agar perempuan tidak diperalat sebagai komoditas komersial. Perempuan agar dikembalikan kepada fitrahnya sebagai manusia yang mempunyai akal dan kehormatan. Ketika perempuan hanya dihargai karena kecantikannya, sama saja halnya ketika kita menghargai sebuah cincin emas yang indah, tetapi tidak mempedulikan emasnya berapa karat dan berapa gram beratnya. Sadarkah mereka, ketika menjajakan kecantikan dan keseksiannya dengan imbalan sejumlah uang, sebetulnya mereka telah menjadi obyek kepuasan kaum laki-laki. Disamping itu, industri raksasa cosmetic dan fashion (yang umumnya dikuasai Kapitalis Barat) sangat diuntungkan dari budaya hedonis ini.</p>
<p>Mereka juga menolak karena RUU ini berbau Arab. Menggelikan, ketika mereka menolaknya karena berbau Arab, tetapi tanpa ia sadari nama mereka yang menolak juga berbahasa Arab. Jika semua yang berbau Arab mau ditolak, lantas shalat pakai bahasa apa? atau nikah pakai tata cara apa?. Padahal Islam tidak bisa dilepaskan dari yang berbau Arab karena Al-Quran sendiri berbahasa Arab.</p>
<p>Walhasil penolakan terhadap RUU APP sudah menyimpang dari logika akal sehat. Mengaku Islam tetapi tidak mau diatur secara Islam. Mengaku tokoh Islam tetapi menentang penerapan syari’at Islam. Mengaku memperjuangkan perempuan tetapi membiarkan perempuan dilecehkan dan dieksploitasi secara komersial. Maka tepatlah ungkapan KH Athian Ali M. Da’i MA (Ulama Bandung) dalam sebuah debat dengan Nursyahbani (PKB) di Metro TV, bahwa: ”Orang yang tidak beragama yg menolak RUU APP, karena seorang yang beragama tidak akan keberatan diatur secara agama”</p>
<p>Wallahua’lam</p>
<p>Maraji’:<br />
1. <a href="http://www.republika.co.id/">www.republika.co.id</a> (23 April 2006): Menolak Pornografi tapi Tolak RUU APP<br />
2. Hidayatullah.com (16 April 2006): Abdurrahman Wahid: &#8220;Kitab Suci yang Paling Porno di Dunia adalah Al-Qur&#8217;an, ha-ha-ha&#8230;&#8221;<br />
3. islamlib.com (10 April 2006): ”Jangan bikin aturan berdasarkan islam saja!” Sebagian wawancara Gus Dur diatas telah dihapus oleh JIL, khawatir efek yang ditimbulkannya?</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/antekelektro.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/antekelektro.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/antekelektro.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/antekelektro.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/antekelektro.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/antekelektro.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/antekelektro.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/antekelektro.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/antekelektro.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/antekelektro.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/antekelektro.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/antekelektro.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/antekelektro.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/antekelektro.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/antekelektro.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/antekelektro.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antekelektro.wordpress.com&amp;blog=323435&amp;post=3&amp;subd=antekelektro&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antekelektro.wordpress.com/2006/07/26/peta-penentang-ruu-app/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5b2c5dc7f4d6a677dc515af1e3c5c1a1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">antek</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
