“Insun anakseni ing Datingsun dhewe, satuhune ora ana Pangeran amung Ingsun, lan nakseni Ingsun satuhune Muhammad iku utusan Ingsun, iya sajatine kang aran Allah iku badan Ingsun, Rasul iku rahsaning-Sun, Muhammad iku cahyaning-Sun, iya Ingsun kang eling tan kena ing lali, iya Ingsun kan langgeng ora kena owah gingsir ing kahanan jati, iya Ingsun kang waskitha ora kasamaran ing sawiji-wiji, iya Ingsun kang amurba amisesa, kang kawasa wicaksana ora kukurangan ing pangerti, byar.. sampurna padhang terawang-an, ora karasa apa-apa, ora ana keton apa-apa, mung Insun kang nglimputi ing ngalam kabeh, kalawan kodrating-Sun.”
Artinya :
“Aku angkat saksi di hadapan Dzat-Ku sendiri, sesungguhnya tidak ada Tuhan kecuali Aku, dan Aku angkat saksi sesungguhnya Muhammad itu utusan-Ku, sesungguhnya yg disebut Allah Ingsun diri sendiri (badan-Ku), Rasul itu Rahsa-Ku, Muhammad itu cahaya-Ku, Akulah Dzat yg hidup tidak akan terkena mati, Akulah Dzat yang selalu ingat tidak pernah lupa, Akulah Dzat yg kekal tidak ada perubahan dalam segala keadaan, (bagi-Ku) tidak ada yg samar sesuatupun, Akulah Dzat yang Maha Menguasai, yang Kuasa dan Bijaksana, tidak kekurangan dalam pengertian, sempurna terang benerang, tidak terasa apa-apa, tidak kelihatan apa-apa, hanya Aku yg meliputi sekalian alam dengan kodrat-Ku.”
Apakah ini sesat atau ajaran yg berma’rifat kepada Tuhan atau hanya dongeng yg menghibur kita… semua terserah karena yg penting…
Kita jadi sedikit tau untuk wacana…
Kita jadi sedikit tau untuk bercermin entah itu cermin yg bagus atau buruk
Kita jadi sedikit tau bahwa Baju itu layak dipakai atau tidak….dipakai lama atau sementara dan setelah itu dibuang….terserah..
Insya Allah tidak sesat, itu benar adanya & nyata,itu hanya bisa dimasuki& dirasakan , tidak bisa diteorikan , tidak bisa dianalisa.
buka Al-Quran FUSHILAT : 54.
memang itulah adanya hanya roso……..manunggaling roso……..
benar sekali……………kita harus bisa mersapinya………manunggaling kawula gusti…………ALLOH ADA DALAM JIWA KITA<<<<<<<<<<
boleh komentar dengan Syekh Siti jennar,.. pertama Beliau sang Syeh, telah pada tingkat tahap tertentu sehingga beliau sudah mengenal Sifat keesaan Allah Ta’ala kemaknaan Esa sudah meliput semua yang terdhzahirkan terserap beliau hanyalah Dia sedangkan mata lahir kita masih tercampur keberagaman Qs … Robbana maa Kholaqtaha hadza batiila subhanaka …..Kedua; tingkatan seperti beliau ini sering kita campur baurkan dengan hanya akal lahir kita yang masih tahap pemikiran causlitas dll sehingga kelihtannya tidak mungkin bisa bertemu dan janggal yang pasti tentu saja kita dengan beliau sangat lah berbeda tingkatannya sehingga dapat manjadi pemicu perbedaan pendapat nah,… para sahabat hanya ada satu jalan yang dapat memahami ajaran beliau dengan Man Arrofa Nafsahu Faqod arrofa Robbahu…(barang siapa mengenal nafs nya/diri yang dalam, maka akan mengenal Robb nya…nah Silakan mencari dan temukan dengan Haqq…….(mohon maaf hanya Sharing…) Wassalam …
Yang menyaksikan Alloh ya Alloh itu sendiri.
Yang mengarkan kalamulloh ya Alloh itu sendiri.
Yang berkata-kata dengan Alloh ya Alloh itu sendiri.
Dzattulloh
Sifattulloh
Af’alluloh
Asma Alloh
Salik- sifat 20…sifat 99…sifat 367….Asma uSifat….Asma uAsma.
hu Alloh..hu Alloh..hu Alloh…………………………………………………………………..
Prook..prook..prook..prook.
No comment.
Msh buwwanyak kkurangan.nuwun.B-)
gak ngerti sayah
masih bagus nggak ngerti, karena setelah hilang kata NGGAK hanya tinggal kata yang untuk anda dan allah anda sendiri. Matur nuhun
cahayaning nu manah roso, hese teu acan pendak
Sebelum membicarakan Syekh siti jenar apa kamu tau arti dari nama tersebut???
Syekh????
Siti???
Jenar???
lalu apakah kamu tau arti semua 9 para wali…tolong jelaskan kepada saya orang yg bodoh ini…..Trima kasih
Inggeh niku bener,tapi lek ngoleki Gusti Allah kuwi kudhu gawe badhane Allah.
itu benar karna
d dlm hti kta ada sir dan kalbu
d dlm kalbu ada nur allah
yg kekal
roh kita tdk pernah mati
yg mati hanya jasad kta